Pengertian, Tujuan, Contoh + Manfaat Pola Sistem Tumpang Sari

Di negara Indonesia ternyata banyak sekali sistem pertanian yang diterapkan oleh petani. Sistem pertanian baik yang masih konvensional maupun modern memang telah banyak diterapkan petani. Hasilnya, memang cukup memuaskan petani, termasuk menerapkan pola tanam tumpang sari.

Pengertian sistem/pola tumpang sari yaitu bentuk pertanaman campuran (polyculture), yakni menanam lebih dari satu jenis tanaman dalam satu lahan tanam (bedengan). Dikenal juga sistem tanaman bersisipan/selingan merupakan nama sapaan lain dari sistem tumpang sari.

Tanaman Cabe Bisa Dijadikan Sebagai Tanaman Tumpang Sari
Tanaman Cabe Bisa Dijadikan Sebagai Tanaman Tumpang Sari. Photo Kontributor: Komunitas Petani Palawija/Ayup Saputra.

Berikut ini contoh-contoh serta cara bertanam sistem tumpang sari yang baik dan benar:

  • Tanaman pokok kacang panjang, maka tanaman tumpang sarinya adalah tomat atau cabe;
  • Tanaman pokok jagung, maka tanaman tumpang sarinya bisa ubi jalar, tomat, cabe, atau kedelai;
  • Tanaman pokok kedelai, maka tanaman tumpang sarinya ubi jalar, kacang tanah, dan yang lainnya;
  • Tanaman pokok tomat/cabe, maka tanaman tumpang sarinya bisa bayam, kangkung, atau sawi;
  • Tanaman pokok bayam, maka tanaman tumpang sarinya berupa kencur dan tanaman obat;
  • dan lain sebagainya.

Beberapa contoh tanaman tumpang sari di atas yang paling sering dipakai oleh petani di daerah pedesaan. Akan tetapi, dari segi hasil panen memang tetap tidak diragukan, dan itu tergantung dari strategi dari petani, model perawatan, dan lain sebagainya.

Adapun tujuan dari teknik/sistem tumpang sari yakni untuk menciptakan satu model lahan atau lebih yang ditanami lebih dari satu jenis tanaman budidaya. Berikut ini beberapa manfaat/keuntungan/kelebihan pola sistem tumpang sari tanaman budidaya yakni:
  • Dalam satu lahan tanam (bedengan) bisa ditanami lebih dari satu jenis tanaman budidaya;
  • Membantu pengoptimalan lahan seoptimal mungkin, yakni ditanami lebih dari satu jenis tanaman;
  • Menambah hasil produktivitas hasil panen;
  • Perawatan tanaman yang simpel dan sekaligus dalam satu lahan tanam beserta tanaman pokoknya;
  • Menghemat lahan tanam;
  • Mengurangi ongkos/biaya produksi pertanian;
  • Pertumbuhan gulma/rumput-rumput liar memanjat mudah dihilangkan;
  • Jika perawatan tanaman tumpang sari dilakukan secara baik dan benar maka akan dihasilkan tanaman berkualitas tinggi.

Bercocok tanam dengan sistem tumpang sari memang sangat bagus, asalkan perawatan tanaman dilakukan secara benar, terarah, dan punya target yang jelas. Jika anda belum mencobanya, silakan dicoba dan semoga berhasil. Silakan baca juga artikel pendukung berikut ini: Manfaat Serta Kekurangan Bertanam dengan Sistem Tumpang Sari.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *