Pengaruh yang Merugikan dengan Adanya Gulma Pada Lahan Pertanian

Gulma seringkali menyerang tanaman budidaya. Terutama akan tumbuh pada saat lahan tanah bedengan mempunyai kadar air, cahaya penyinaran matahari, serta unsur hara yang cukup. Gulma merupakan parasit pada tanaman budidaya, dan sedini mungkin sebaiknya pertumbuhan gulma segera dipantau dan diberi tindakan tegas dari petani. Salah satu tindakan yang semestinya dilakukan oleh petani yaitu melakukan penyiangan. Penyiangan itu sendiri merupakan kegiatan mengoret, mencabut, serta membersihkan gulma dari lahan tanam.

Tanaman Cabe Tumbuh Optimal dengan Buah Banyak Karena Lahan Tanam Terbebas dari Gulma
Tanaman Cabe Tumbuh Optimal dengan Buah Banyak Karena Lahan Tanam Terbebas dari Gulma (Tipspetani.com)

Selain itu, gulma juga merugikan tanaman pokok yang tumbuh di sekitarnya. Pertumbuhan tanaman pokok akan terganggu secara penuh atau sebagian. Pertumbuhan daun, akar, batang serta organ buah bisa saja terganggu karena kehadiran gulma tersebut.

Pada beberapa kasus yang ditemui di lapangan, kehadiran gulma telah membuat lahan pertanian menjadi lebih gersang, tanahnya mengalami kemiskinan unsur hara, serta banyak dijumpai hama dan sumber penyakit. Tanaman gulma biasanya dijadikan tempat hidup dan berkembangnya larva hama serta sumber munculnya parasit yang tidak diinginkan tanaman pokok yang dibudidaya.

Berikut ini pengaruh/efek/dampak negatif yang merugikan dengan adanya gulma pada lahan tanam pertanian ada beberapa hal, antara lain sebagai berikut:

  • Mempunyai pengaruh persaingan /kompetisi yang tinggi dengan tanaman pokok yang dibudidaya;
  • Menghambat kelancaran kegiatan pertanian di lapangan;
  • Mengurangi mutu/kualitas dan kuantitas hasil pertanian;
  • Gulma sebagai rumah inang sementara dari hama dan mikroba parasit-patogen penyebab penyakit pada tanaman budidaya.

Selain pengaruh merugikan, ternyata gulma juga memiliki pengaruh/efek yang menguntungkan pada lahan pertanian, diantaranya yaitu:

  • Mempunyai pengaruh yang menguntungkan pada tanah, misalnya gulma yang mati bisa menjadi pupuk organik bagi tanaman, terutama pada gulma yang memiliki batang berair (contoh: gulma krokot);
  • Pengaruh terhadap populasi jasad renik/mikroorganisme tanah. Dengan adanya gulma maka lahan bedengan ternaungi, dan pada kondisi ini kelembaban tanah terjaga secara baik. Tanah yang lembab disukai oleh mikroorganisme tanah terutama cacing tanah untuk berkembang menjadi banyak;
  • Pengaruh menguntungkan bagi ekosistem pertanian dan pengaruh menguntungkan bagi pertanian secara umum.

Semoga artikel penambah wawasan untuk rekan-rekan petani di atas (tentang gulma) bisa diaplikasikan di lapangan, dan tentunya akan membuat petani Indonesia semakin maju. Silakan baca juga artikel berikut ini: Bentuk Kompetisi/Persaingan Gulma dengan Tanaman Budidaya Pertanian.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *