Pengalaman Jualan Bibit Online, Susah Juga Cari Pelanggan

Mulai bulan Agustus 2017, saya resmi membuat sebuah toko online pertanian yang rencananya memang saya lebarkan sayapnya. Di awal-awal pembuatan toko online tersebut memang ada saja konsumen yang membeli bibit kepada kami. Bahkan ada juga konsumen yang langsung datang ke lokasi kami untuk melihat bibitnya langsung. Oke, bagi kami itu tidak masalah, why not !

Dalam pembuatan toko online tersebut, kami hanya berdua, yakni saya dan teman saya Yoga yang dulu teman satu kampus waktu kuliah di Universitas Lampung. Memang banyak kendala sih kalau semuanya dikerjakan hanya berdua. Sebab, dalam bisnis online terutama yang berbasis pertanian, timnya menurut saya tidak cukup hanya satu, tapi harus lebih dari 2 orang. Alasannya begini. Pertama, dalam hal perawatan bibit/tanaman hidup juga harus disiram, dipupuk, dan lain sebagainya. Dan tentu saja hal tersebut membutuhkan orang yang mau merawatnya. Kedua, yakni tentang packing bibit, sampai distibusi bibit kepada pemesan. Ini tentu saja membutuhkan tenaga yang cukup banyak, sebab jika bibit hanya dibawa melalui motor juga terkadang lumayan ribet. Ketiga, kadang ada pelanggan yang di luar kota memesan bibit dan tentu dari cara packingnya harus lebih rapih, aman, dan menjamin bibit tetap hidup sampai rumah pembeli.

Gardus untuk packing bibit tanaman cangkok
Gardus untuk packing bibit tanaman cangkok. Photo Oleh: toko.tipspetani.com

Selanjutnya keempat adalah soal waktu. Ternyata, dalam usaha bisnis online bibit tanaman susah juga cari pelanggan. Ini pengalaman yang paling terseram yang pernah saya lalui. Kenapa bisa begitu? sebab, menggaet pelanggan untuk membeli bibit yang notabene adalah mahkluk hidup susah. Terkadang yang sering pembeli tanyakan yakni tentang “apakah tanamannya bisa selamat sampai tujuan?”, atau “kalau sudah membeli bibit dijamin berbuah cepat tidak?”. Dan tentunya masih banyak pertanyaan-pertanyaan misterius jika kita menjual bibit tanaman.

Berjualan secara online menurut saya susah-susah gampang, walaupun pemasaran sudah tertaget. Analisa saya yang pertama mungkin konsumen sedikit khawatir terkait dengan kualitas bibit. Bahkan pembeli online itu jauh lebih kritis dibandingkan pembeli biasa yang sehari-hari adalah teman kita. Banyak saya temui konsumen yang banyak nanyanya tapi ujung-ujungnya tidak beli. Ada juga yang diem-diem cuma stalking, tidak bertanya sama sekali, dan langsung beli. Karakteristik pembeli pastinya berbeda-beda, dan semua itu harus kita hargai dan layani dengan terhormat.

Meski dalam berbisnis online (jualan bibit) saya anggap lumayan susah mencari pelanggan/konsumen, namun saya tetap tergerak untuk maju. Tidak ada kata “patah semangat” apalagi “putus asa”. Sebab masih banyak cara untuk menuju kesuksesan dalam berbisnis online. Saya yakin, dengan ketekunan, konsistensi, dan mempunyai value yang besar maka bisnis akan tumbuh besar pula. Demikian sedikit pengalaman dari saya tentang jualan bibit tanaman secara online, yang memang terbilang sulit juga cari pelanggan. Semoga bermanfaat. Aamiin. Silakan baca juga pengalaman saya tentang: Pengalaman Saya Jualan Bibit Online, Banyak Konsumen yang Cerewet.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *