Pembersihan Gulma dari Lahan Bedengan Sangatlah Penting

Gulma merupakan tanaman rumput liar dan sebagian dari anggotanya bersifat parasit/merugikan tanaman lainnya. Memang ada gulma yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan pangan misalnya adalah krokot bisa dibuat sayur urap pakai bahan dasar kelapa.

Lahan bedengan seringkali dijumpai munculnya gulma baik dalam jumlah sedikit maupun banyak. Sehingga seringkali terjadilah perebutan unsur hara/nutrisi antara tanaman pokok yang ditanam dengan gulma. Kompetisi yang tidak sehat ini akan paling sering merugikan tanaman utama sehingga tanaman utama akan mengalami krisis/defisiensi unsur hara tertentu. Akibat dari defisiensi hara ini bisa bermacam-macam dampaknya. Sebagai contohnya, tanaman akan rentan terserang penyakit, daya tahan tubuh tanaman menurun pada musim tanam tertentu, organ tanaman kerdil, pertumbuhan lambat, bahkan kematian tanaman secara cepat.

Tanaman kacang tunggak bebas dari gulma
Tanaman kacang tunggak bebas dari gulma

Itulah sebabnya, bagi petani tanaman di Indonesia sangat direkomendasikan untuk secara berkala membersihkan lahan tanamnya. Pembersihan gulma di lahan bedengan bisa secara sederhana menggunakan alat pembersih gulma (misalnya pencong, cangkul kecil, dll). Apabila pembersihan gulma dilakukan secara telaten (ulet), maka produktivitas hasil panen bisa meningkat. Jadi cara membersihkan lahan tanam dari gulma bisa pertama-tama mengoret dari bagian yang sedikit gulma ke bagian yang banyak gulma. Setelah dilakukan pengoretan dan pencabutan gulma, maka gulma tersebut dikumpulkan dalam keranjang/wadah untuk kemudian dibuang di kotak sampah lalu dibakar.  Pembakaran gulma dilakukan untuk memastikan bahwa spora, bulir generatif/biji telah sepenuhnya mati. Sehingga apabila musim hujan datang spora/biji generatif dari gulma tidak mudah berkecambah. Silakan baca: Faktor Pembibitan Biji (Benih) yang Harus Diperhatikan.

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *