MOL BONGGOL PISANG: Cara Membuat, Dosis, Fungsi, Aplikasi dan Manfaatnya untuk Tanaman Budidaya

Kini, banyak sekali para petani padi, cabe, dan tanaman hortikultura yang memanfaatkan bonggol pisang untuk dijadikan mol bonggol pisang. MOL (Micro Organism Local) bisa diperoleh dari bonggol/batang pisang. Tapi MOL bonggol pisang lebih bagus daripada MOL batang pisang.

Kandungan unsur hara MOL bonggol pisang adalah unsur Phospat (P), sehingga paling baik sebagai penambah nutrisi hara untuk tanaman padi. MOL bonggol pisang juga banyak mengandung zat pengatur tumbuh (fitohormon) seperti Auksin, Giberelin dan Sitokinin, dan hormon Kalin, serta Vitamin B (Tiamin).

MOL Bonggol pisang
Bonggol pisang. (seratlontar)

Selain daripada itu, MOL bonggol pisang juga mengandung 7 mikroorganisme penting berguna bagi tanaman budidaya, seperti:

  • Azotobacter sp;
  • Bacillus sp;
  • Aeromonas sp;
  • Aspergillus sp;
  • Azospirillium sp;
  • Mikroba selulotik;
  • Mikroba pelarut unsur phospat (P)

Selain itu, kegunaan, fungsi atau manfaat dari MOL bonggol pisang yaitu sebagai dekomposer dan mempercepat proses pengomposan.

Berikut ini, bahan-bahan, alat dan metode/aplikasi/teknik/cara pembuatan MOL Bonggol pisang yang baik dan benar:

A. Bahan-Bahan Pembuatan MOL bonggol pisang yang Dibutuhkan

Adapun alat-alat dan bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan MOL bonggol pisang antara lain:

  • Bonggol tanaman pisang sebanyak 1 kg (bonggol pohon pisang yang telah dipanen);
  • Air beras sebanyak 2 Liter;
  • Gula merah sebanyak 2 ons;
  • Tangki air;
  • Air secukupnya;
  • Jerigen

B. Cara Membuat MOL bonggol pisang yang bagus dan tepat

  • Bonggol pisang dipotong kecil-kecil lalu ditumbuk-tumbuk;
  • Gula merah diiris halus lalu masukkan ke dalam air cucian beras dan aduk hingga larut dan tercampur merata;
  • Campurkan air cucian beras yang sudah dicampur dengan gula merah dengan bonggol pisang yang telah dipotong dan ditumbuk halus;
  • Masukan ke dalam jerigen dan tutuplah sampai rapat, setiap dua hari bukakan tutup jerigen apabila jerigen terlihat menggembung sebab sedang terjadi proses fermentasi;
  • Setelah 15 hari pembuatan, MOL bonggol pisang sudah bisa diaplikasikan pada tanaman seperti padi, tomat, cabe, dan tanaman budidaya jenis lainnya.
MOL BONGGOL PISANG SIAP DIGUNAKAN
MOL BONGGOL PISANG SIAP DIGUNAKAN (jitunews)

C. Dosis dan Aplikasi MOL Bonggol Pisang yang Baik dan Benar

  • Aplikasikanlah setelah panen, lakukan penyemprotan pada sisa batang tanaman padi yang berada di sawah dengan dosis 400-600 ml per tangki air (20 Liter untuk kebutuhan 1 hektar/ha lahan tanam padi;
  • 3 hari sebelum tanam lakukan penyemprotan ke tanah sawah;
  • Penyemprotan dilakukan saat padi berusia 7-9 hari dipersemaian, selanjutnya lakukan penyemprotan setelah tanaman padi dipindah ke lahan sawah. Ketika berumur 10 hst, 20 hst (dosis diencerkan menjadi 200-300 ml per tangki dan diaplikasikan ke arah tanaman);
  • Hentikan aplikasi saat tanaman padi sudah mengeluarkan bunga;
  • Sebagai dekomposer untuk jerami padi dan pupuk kandang (dosis 5 Liter per 1 ton). Silakan baca juga: Daerah-Daerah Penghasil Kopi Terbesar di Indonesia.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *