Metode/Teknik Pemberantasan Gulma Menjadi Vektor Penyakit dan Permasalah Unsur Hara Tanaman

Selama ini, petani mempercayai bahwa gulma (rumput liar) telah menjadi parasit bagi tanaman budidaya. Sebab, sebagian besar hasil panen bisa buruk karena gulma. Gulma tidak hanya membuat lahan tanam menjadi kotor. Tapi juga secara langsung bisa memperburuk ketersediaan nutrisi hara bagi tanaman pokok/yang ditanam.

Pembersihan gulma pada beberapa tanaman budidaya sayur maupun buah sangat penting. Pembersihan bisa dilakukan secara kontinyu, atau sesekali saja. Tentu juga melihat apakah pertumbuhan gulma sedikit atau banyak. Tentu jika gulma tumbuh banyak di lahan bedengan, pastinya harus diberantas.

Tanaman jagung berdaun segar karena bebas gulma
Tanaman jagung berdaun segar karena bebas gulma

Metode pemberantasan gulma bisa dilakukan secara manual yaitu menyabut gulma secara langsung memakai tangan terbuka. Selanjutnya, bisa juga mengoret gulma sampai lahan bersih. Setelah lahan bersih dari gulma, bisa juga tumpukan gulma yang basah atau kering langsung dibakar untuk mencegah perkecambahan atau pertumbuhan tunas baru.

Metode lainnya dalam pemberantasan gulma bisa memakai herbisida. Namun, terkadang hasilnya kurang efektif. Beberapa gulma bisa saja resisten terhadap senyawa kimia yang ada pada herbisida. Sehingga penyemprotan herbisida terkadang hanya membunuh pada bagian daunnya saja, tapi bagian akarnya tidak tertangani secara pasti.

Anda bisa saja memilih, kira-kira metode mana yang paling cocok untuk penanganan gulma di lahan tanam anda. Dengan penanganan tepat, maka akan diperoleh tanaman yang segar, sehat, dan mampu memproduksi hasil panen melimpah. Silakan baca juga: Pembersihan Gulma dari Lahan Bedengan Sangatlah Penting.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *