Mengatasi Penyakit KARAT DAUN Pada Tanaman Budidaya

Penyakit karat daun merupakan salah satu dari sekian banyak penyakit yang banyak menyerang pada tanaman budidaya pertanian (tanaman hortikultura). Dengan adanya penyakit tersebut dapat menyebabkan berbagai organ tanaman menjadi rusak, terutama pada organ daun yang menjadi sasaran pademi dari penyebaran penyakit karat daun tersebut.

Karena serangan dari penyakit karat daun, terkadang membuat resah para petani yang sudah susah payah membudidayakan serta merawat tanamannya mulai dari pembenihan hingga nantinya dihasilkan buah.

Karat Daun
Tanaman Melon Sehat Tanpa Karat Daun, photo by: Wahid Priyono (dalam http://guruilmuan.blogspot.co.id).

Penyakit karat daun telah banyak menimpa dari tanaman-tanaman tropik seperti pada kopi robusta dan kopi arabika biasanya sering menjadi sasaran empuk. Pada tanaman seledri, kacang tanah, dan jagung yang tidak mendapatkan perawatan yang baik juga memungkinkan terserangnya tanaman dari penyakit karat daun ini.

Tanaman yang sakit akibat serangan karat daun ditandai dengan munculnya bercak-bercak berwarna kuning muda pada sisi bawah daun, kemudian lambat laun akan berubah menjadi warna kuning tua;Adapun tanda-tanda jika tanaman terserang penyakit karat daun adalah sebagai berikut:

  • Pada bagian bawah daun terbentuk tepung berwarna tepung jingga cerah (oranye) dan tepung ini adalah sekelompok jamur Hemileia vastatrix;
  • Bercak putih tersebut lama-kelamaan akan menjadi cokelat tua sampai berwarna hitam, dan kering;
  • Daun-daun tanaman tropik yang terserang penyakit karat daun ini biasanya ditandai dengan kemudahan daunnya mengalami gugur dan tanaman menjadi gundul.

Dengan melihat ciri-ciri di atas, tentunya kita harus mengetahui terkait bagaimana tentang cara mengatasi penyakit karat daun yang seringkali meresahkan para bapak-ibu tani dan pekebun.

Berikut ini cara pengendalian penyakit karat daun pada beberapa jenis tanaman yang sering dibudidaya oleh para petani.

  1. Pengendalian Penyakit Karat Daun pada Tanaman Kopi

Beberapa varietas jenis kopi yang sering diserang oleh penyakit karat daun adalah kopi arabika dan kopi robusta. Namun jika kita lihat dari sistem pertahanan tubuhnya, kopi jenis arabika lebih rentan terserang penyakit karat daun dibandingkan dengan kopi robusta yang tidak terlalu banyak mendapatkan serangan dari penyakit tersebut.

Cara pengendalian penyakit karat daun pada tanaman kopi untuk sementara ini dapat ditempuh melalui dua cara yakni menanam jenis kopi arabika dan robusta yang tahan terhadap penyakit, dan menyemprotkan fungsida pada tanaman yang terserang jamur tersebut.

Di Jawa Timur (Indonesia) ada beberapa jenis kopi yang tahan terhadap penyakit karat daun diantaranya ada varietas kopi Lini S yaitu S795 serta jenis kopi USDA dan Karika. Akan tetapi, mendapat laporan dari beberapa petani di Jawa Timur, mengeluhkan bahwa akhir-akhir ini terutama jenis Karika ketahanan terhadap penyakitnya sudah menurun sehingga para pekebun kopi lebih senang memberantas penyakit karat daun ini dengan menggunakan fungsisida (jenis pestisida untuk memberantas perkembangan jamur parasit pada tanaman budidaya).

Beberapa jenis fungsida yang digunakan para pekebun kopi untuk membrantas penyakit karat daun diantaranya yaitu fungisida sistemik seperti trademefon (Bayleton 250 EC) atau dapat menggunakan tembaga (Copper sandoz, Cobox, Cupravit, dan Vitigran blue).

  1. Pengendalian Penyakit Karat Daun pada Tanaman Jagung

Tidak hanya pada tanaman kopi saja, penyakit karat daun juga dapat menyerang tanaman jagung. Ciri dari tanaman jagung yang terserang yakni di bawah daun atau dibagian ruas-ruas batangnya terdapat bubuk berwarna puih kekuningan.

Pengandalian dapat dicegah dengan membudidaya tanaman jagung yang toleran dan tahan terhadap penyakit. Belilah biji/bibit tanam jagung di toko dari kemasan yang benar-benar terdapat verifikasi terkait dengan bibit tersebut tahan penyakit.

Jika diperlukan, pengendalian dapat menggunakan fungsida dari jenis Oksiklorida tembaga, Zineb, Fermat, dan Dithane.

  1. Pengendalian Penyakit Karat Daun pada Tanaman Kacang Tanah

Kacang tanah juga menjadi tumbuhan inang yang sering diserang oleh jamur parasit penyebab penyakit karat daun. Akibatnya daunnya menjadi tidak bagus. Pengendalian penyakit karat daun pada tanaman kacang tanah dapat dilakukan dengan cara kultur teknis yakni dengan mengatur jarak tanam supaya tidak terlalu rapat sehingga kelembaban udaranya tidak terlalu tinggi.

Pengendalian secara kimiawi menggunakan pestisida bisa saja menolong tanaman yang terserang. Beberapa jenis fungsida yang direkomendasikan adalah Fermat, Zineb, Oksiklorida tembaga, dan Dithane.

  1. Pengendalian Penyakit Karat Daun pada Tanaman Seledri

Tanaman seledri juga sangat berpeluang terserang penyakit karat daun. Cirinya adalah di permukaan bagian bawah daun seledri biasanya ada sekelompok jamur penyebab karat daun berwarna putih kekuningan seperti tepung yang hidupnya berkoloni/berkelompok-kelompok.

Pengamatan terhadap mikroskop telah memperlihatkan bahwa jamur tersebut adalah jamur parasit dari spesies Hemileia vastatrix. Pada tanaman yang terserang, akan nampak daun seledrinya menjadi keriting dan tumbuh tidak normal.

Pengendalian dan pencegahannya dapat menggunakan sistem pertanian seledri hidroponik supaya tanaman tidak rentan terhadap penyakit karat daun ini. Penyiraman tanaman seledri sejak dini secara teratur juga dapat menolong tanaman dari serangan karat daun tersebut.

—-

How to Manage the Leaf Rust?

The leaf rust is one of the known diseases that can attack horticultural plants. This disease causes damage to certain organs, especially leaves. Leaf rust usually happens to tropical plants like coffee, celery, peanuts, and corns.

Here are some signs that your plants are suffering from leaf rust:

  • Yellow specks on the underside of leaf that will then change the entire leaf into dark yellow in color
  • The underside of the leaf is dusted by orange-y dust which is a cluster of Hemileia vastatrix fungus
  • White specks which then turns into dark brown or even black that dries up the leaf
  • Overt leaf abscission on tropical plants
  1. Leaf Rust Control on Coffee

Varieties of coffee that are often attacked by leaf rust are Arabica and Robusta coffee. However, based on the immune system, Arabica coffee variety is more vulnerable to leaf rust than Robusta. The way to prevent leaf rust on both varieties so far is by spraying fungicides on them.

In East Java, Indonesia, several varieties of coffee like the S795, USDA, and Karika are vulnerable to leaf rust. However, lately, Karika coffee type is even more vulnerable to the attack.

Some fungicides that coffee farmers usually use to take care of leaf rust are systemic fungicides like tramadefon (Bayleton 250 EC) or copper fungicides like copper Sandoz, cobox, cupravit, and vitigran blue.

  1. Leaf Rust Control on Corn

Especially for corn, the sign of leaf rust can be seen through yellowish white dusting on the underside of the leaf or in between stem segments.

To prevent leaf rust on corn, it’s best to buy seeds that can tolerate and withstand diseases. They’re usually labeled so in your local shops or you can ask the seller directly. If needed, you can use fungicides like copper oxychloride, zineb, fermat, and dithane.

  1. Leaf Rust Control on Peanut

Peanut plants are often made to be host plants for parasitical fungus that causes leaf rust. You can prevent this by implementing the technical culture system which is making sure you have enough row spacing distance between one peanut plant and another to avoid high air humidity.

Control can also be chemically done using fungicides like fermat, zineb, copper oxychloride, and dithane.

  1. Leaf Rust Control on Celery

The sign of leaf rust on celery is the cluster of fungus that causes leaf rust that’s dusty and yellowish white in color. The type of fungus is the Hemileia vastatrix. This will cause celery leaves to curl.

Prevention can be done by growing celery using hydroponic system. Early, scheduled watering is also good to help prevent leaf rust.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *