Manfaat Pendangiran dan Penyiangan Pada Tanaman Budidaya (Hortikultura Buah dan Sayur Mayur)

Dalam budidaya tanaman pertanian, penting sekali bagi seorang petani untuk merawat/memelihara tanamannya. Hal ini telah diketahui oleh semua kalangan petani agar produktivitas hasil panen meningkat. Salah satu cara dalam perawatan tanaman pertanian yaitu pendangiran dan penyiangan.

Pendangiran merupakan istilah yang menggambarkan kegiatan yang dilakukan oleh petani berupa penggemburan lahan. Penggemburan lahan ini sangat berfungsi supaya tanaman mendapatkan kemudahan dalam penyerapan air, serta unsur hara.

Air dan unsur hara dibutuhkan tanaman untuk tumbuh, berkembang, dan menunjang dalam sistem regulasi tanaman. Termasuk dalam pembentukan fitohormon dan enzim, air dan unsur hara juga digunakan.

Tanaman Mentimun dengan Lahan Penuh Gulma
Tanaman Mentimun dengan Lahan Penuh Gulma Tidak Terawat. Photo Original by: Wahid Priyono (Tipspetani.com)

Pendangiran bisa dilakukan sebelum tanaman berbunga. Caranya yaitu dengan menggemburkan lahan bedengan di sekitar tempat tumbuh tanaman. Gunakan alat pendangiran, bisa berupa cangkul kecil, pencong, atau alat sejenisnya. Cangkul kecil-kecil lahan bedengan hingga tanahnya gembur. Hindari mencangkul terlalu dalam dan berdekatan dengan akar tanaman, sebab jika semua akarnya terangkat/terputus beberapa bagian maka bisa membahayakan tanaman. Lakukan pendangiran secara berhati-hati, dan terampil.

Sembari melakukan pendangiran, anda juga bisa sekaligus melakukan penyiangan. Penyiangan tanaman hortikultur penting dilakukan untuk mencegah dan mengatasi pertumbuhan gulma yang tak terbatas.

Gunakan alat pengoret rumput liar/gulma, seperti misalnya alat pencong. Lakukan penyiangan dengan mengoret gulma secara tuntas, pastikan akar gulma tercabut seluruhnya. Jika tidak, maka akan yang tertinggal akan berpeluang tumbuh kembali menghasilkan tunas dan individu baru.

Lakukan pengoretan gulma secara berhati-hati, terutama untuk gulma yang tumbuh di sela-sela batang atau akar tanaman. Atau jika ada gulma yang menyelip pada bagian akar tanaman, maka anda bisa langsung menyabutnya terlebih dahulu menggunakan tangan/manual. Dan selebihnya, gulma yang ada atau sedikit berjauhan dengan pusat tumbuh akar bisa menggunakan pencong/cangkul kecil untuk membersihkannya.

Jika semua gulma sudah dikoret. Maka gulma sebaiknya dikumpulkan dalam satu wadah. Wadah bisa berupa karung bekas, keranjang, atau kotak sampah. Kemudian gulma bisa langsung dibakar, supaya spora/akar/stolon pada gulma tidak tumbuh kembali.

Melakukan pendangiran dan penyiangan pada tanaman budidaya (hortikultura buah dan sayur mayur) sangatlah penting untuk memastikan bahwa aerasi tanah berjalan baik, serta lahan tanam bersih terbebas dari gulma. Gulma merupakan vektor dan tempat yang cocok untuk perkembangan larva pada hama maupun insekta (serangga) parasit, sehingga dengan melakukan pembersihan gulma, maka tanaman akan semakin sehat, subur, dan lebih produktif. Silakan baca juga artikel penambah wawasan anda berikut ini: 7 Manfaat Penyiangan Dini Pada Tanaman Budidaya (Hortikultura Buah dan Sayur Mayur).

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *