Komposisi Bahan Organik dan Bahan Anorganik di Dalam Tanah

Bahan organik tanah berperan penting dalam pemeliharaan dan perbaikan sifat tanah. Ini merupakan bahan dinamis dan merupakan salah satu sumber unsur hara utama tanaman. Bahan organik tanah sebagian besar berasal dari residu dan sisa-sisa tanaman bersamaan dengan jumlah kecil sisa-sisa hewani, ekskreta (sisa ekskresi hewan), dan jaringan mikroba.

Bahan organik tanah terdiri dari tiga komponen utama yaitu residu tanaman, sisa hewan dan sisa-sisa mikroorganisme yang mati. Berbagai senyawa organik terdiri dari karbohidrat kompleks, (selulosa, hemiselulosa, pati) gula sederhana, lignin, pektin, gusi, lendir, protein, lemak, minyak, lilin, resin, alkohol, asam organik, fenol dll. Semua senyawa ini merupakan bahan organik tanah yang bisa dikategorikan sebagai berikut.

sejarah mikrobiologi tanah
Tanaman cabe di lahan persawahan dengan mikroba tanah di dalamnya (tipspetani.com)

Materi Organik (Undecomposed)

Organik:

Nitrogen:

  1. Dapat larut air misalnya. Nitrat, senyawa amonik, amida, asam amino dll.
  2. Tidak larut air misalnya. Protein, nukleoprotein, peptida, alkaloid purin, pirimidin, kitin dll.

Non Nitrogen:

  • Karbohidrat misalnya. Gula, pati, hemiselulosa, gusi, lendir, pektin, dll.
  • Micellaneous: mis. Lignin, tanin, asam organik, dll.
  • Ether Solube: mis. Lemak, minyak, lilin dll.

Anorganik:

Kompleks organik / materi di dalam tanah, oleh karena itu terdiri dari sejumlah besar zat dengan komposisi kimia yang sangat berbeda dan jumlah masing-masing zat bervariasi sesuai jenis, sifat dan umur tanaman. Misalnya selulosa di tanaman muda hanya setengah dari tanaman dewasa; Zat organik yang larut dalam air di tanaman muda hampir dua kali lipat dari tanaman tua. Di antara residu tanaman, tanaman polong-polongan kaya akan protein daripada tanaman non-polongan. Rumput dan sereal mengandung jumlah selulosa, lignin, hemiselulosa lebih banyak daripada kacang-kacangan dan seiring bertambahnya usia tanaman selulosa, hemiselulosa dan lignin meningkat. Residu tanaman mengandung 15-60% selulosa, 10-30% hemiselluslose, 5-30% lignin, protein 2-15% dan 10% gula, asam amino dan asam organik. Perbedaan komposisi berbagai residu tanaman dan hewan ini sangat penting pada tingkat dekomposisi bahan organik pada umumnya dan nitrifikasi dan pembasmi hama (pembentukan humus) pada khususnya. Produk akhir dekomposisi adalah CO2, H2O, NO3, SO4, CH4, NH4, dan H2S tergantung pada ketersediaan di udara. Silakan baca juga: Rhizosfer dan Kaitannya dengan Patogen Tanaman.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *