Komponen Tanah atau Fasa Tanah

Tanah mineral terdiri dari 4 komponen utama: Bahan mineral, OM, air dan udara dalam berbagai proporsi. Sekitar 50% dari total volume cakrawala permukaan banyak tanah terdiri dari bahan anorganik (materi mineral) dan OM (5%) dan sisanya adalah per spasi di antara partikel tanah.

Air dan udara menempati ruang pori-pori ini dalam berbagai proporsi. Proporsi udara dan air bervariasi dari satu musim ke musim lainnya. Pada kelembaban optimal untuk pertumbuhan tanaman, 50% ruang pori yang dimiliki dibagi kira-kira setengahnya 25% dari luas air dan 25% atau udara. Tanah dapat digambarkan sebagai sistem tiga fasa: Tanah padat, Fasa cair dan gas.

1. Fasa padat: Bahan tanah berukuran kurang dari 2 mm merupakan sampel tanah. Ini terdiri dari bahan anorganik dan organik. Tanah memiliki lebih dari 20% org. merupakan tanah organik yang ditentukan secara sewenang-wenang. Dimana unsur-unsur anorganik mendominasi, mereka disebut tanah mineral. Sebagian besar tanah di Indonesia adalah tanah mineral. Ini menyumbang hampir 50% dari total volume dan 95% tanpa fase padat terdiri dari bahan anorganik atau mineral. Berat 5% sisanya terdiri dari OM yang terutama berasal dari bagian tumbuhan yang mati sebagai hewan. Pada unsur-unsur anorganik terdiri dari silikat, sediaan tertentu dari karbonat, garam terlarut, oksida bebas besi, aluminium dan silikon. Humus adalah fraksi fase padat merupakan bahan organik tanah. Tanah adalah habitat sejumlah besar organisme hidup seperti akar tanaman yang lebih tinggi (flora Makro Tanah), bakteri, jamur, actinomycetes dan alga (flora tanah mikro). Satu gram tanah subur mengandung milyaran mikroorganisme ini. Bobot hidup mikroorganisme mungkin sekitar 4000 kg / ha dapat membentuk sekitar 0,01 sampai 0,4% dari total massa tanah. Tanah juga terdiri dari protozoa dan nematoda (Tanah Mikro Fauna).

komponen tanah
Tanaman jagung tumbuh subur dengan komponen tanah yang tepat (tipspetani.com)

2. Fasa cair: Sekitar 50% volume bulk tubuh tanah umumnya diduduki oleh rongga atau pori-pori tanah yang dapat diisi sebagian atau seluruhnya dengan air. Sebagian besar hujan yang jatuh di tanah diserap oleh tanah dan disimpan di dalamnya untuk dikembalikan ke atmosfir dengan penguapan langsung atau melalui transpirasi melalui tanaman. Tanah berfungsi sebagai reservoir untuk memasok air ke tanaman untuk pertumbuhannya. Air tanah menyimpan garam-garam mineral dalam larutan yang berfungsi sebagai nutrisi tanaman. Dengan demikian, fasa cair adalah larutan garam berair, bila air mengalir dari pori-pori tanah dipenuhi udara.

3. Fasa gas: Pori-pori udara yang terisi merupakan fase gas dari sistem tanah dan bergantung pada fase cair. Kandungan N dan O2 dari udara tanah hampir bersifat atmosfer namun konsentrasi CO2 jauh lebih tinggi (8 – 10 kali lebih banyak) yang mungkin beracun bagi akar tanaman. Fase ini memasok O2 dan karenanya mencegah toksisitas CO2.

3 fase sistem tanah di atas memiliki peran yang pasti untuk dimainkan. Fasa padat memberikan dukungan mekanik dan nutrisi pada tanaman. Fasa cair memasok air dan bersamaan dengan itu larut nutrisi ke akar tanaman. Fase gas memenuhi kebutuhan akrasi (O2) tanaman. Silakan anda baca juga artikel terkait berikut: 10 Klasifikasi Jenis Tanah di Dunia.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *