Kekurangan/Kelemahan dari Penggunaan Mulsa Anorganik

Mulsa anorganik saat ini lebih populer di kalangan para petani, sebab cara memperolehnya lebih praktik. Dan memang beberapa jenis tanaman budidaya yang lahan tanamnya diberi material mulsa anorganik/mulsa plastik maka hasil panen lebih meningkat. Selain itu, produksi tanaman semakin bagus.

Mulsa anorganis ini dapat diterapkan pada lahan bedengan setelah proses pengolahan tanah selesai. Namun, sebagai petani, anda juga penting untuk mengetahui sisi kelebihan dan kelemahan dari penggunaan mulsa anorganik. Sehingga anda akan lebih bijak dalam menentukan sikap di lapangan nantinya.

Jarak tanam cabe rawit yang direkomendasikan
Penggunaan Mulsa Organik/Mulsa Plastik Meningkatkan Produksi Buah Cabe. (tipspetani.com)

Berikut ini sisi kekurangan/kelemahan dari penggunaan mulsa anorganik (mulsa plastik), diantaranya yakni:

  • Harga mulsa anorganis/mulsa plastik relatif lebih mahal dibandingkan mulsa jenis lainnya;
  • Mulsa plastik yang sudah tidak terpakai akan menjadi limbah pertanian jika tidak ditangani secara baik dan benar. Sebab, limbah plastik sukar di urai oleh mikroorganisme tanah. Selain itu, jika penanganan limbahnya salah maka akan menjadi pencemaran tanah;
  • Ongkos produksi awal begitu besar, penggunaan mulsa plastik membutuhkan alat pemasangan. Misalnya lembaran plastik, pembuatan lubang untuk menaruh tanaman, pengolahan tanah, akan membutuhkan ongkos produksi yang lumayan.

Silakan anda baca juga tulisan saya berikut ini: Keuntungan/Keunggulan/Kelebihan dari Pemakaian Mulsa Anorganik.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *