Jenis Tanah dan Pupuk Untuk Menanam Kelengkeng (Di Dalam Pot dan di Kebun)

Dalam membudidaya tanaman kelengkeng perlu memperhatikan kualitas tanah, jenis tanah dan pupuk untuk menanam pohon kelengkeng yang dicangkok sangat penting diketahui.

Ada beberapa campuran jenis tanah maupun pupuk yang dapat digunakan untuk membudidaya kelengkeng, baik di dalam pot atau di lahan terbuka/kebun diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Tanah Liat Biasa+Pasir

Komposisi tanah liat biasa juga sangat banyak mengandung unsur hara penting yang dibutuhkan oleh tanaman kelengkeng. Meskipun begitu, komposisi tanah yang sudah tersedia di alam juga harus ditambahkan unsur hara lain yang terdapat pada pupuk kandang, pasir, dan jenis pupuk anorganik lainnya.

Pasir merupakan bahan alami yang juga dapat ditambahkan pada tanaman kelengkeng. Hal tersebut dapat membantu supaya tanaman kelengkeng memiliki akar yang kokoh terutama jika tanaman/bibit kelengkeng cangkokan ditanam di dalam pot.

Pohon kelengkeng dalam pot telah berbunga
Pohon kelengkeng dalam pot telah berbunga, photo original oleh: Wahid Priyono (www.tipspetani.com)

Cara membuatnya cukup sederhana: Tinggal anda campurkan secara merata tanah liat biasa dengan pasir secukupnya (perbandingan tanah liat dengan pasir adalah 3:1), kemudian aduk. Selanjutnya adalah anah liat biasa+pasir  yang telah dibuat lalu dimasukan ke dalam pot-pot dengan menanam batang kelengkeng cangkokan ke dalam wadah pot atau ditanam di lahan terbuka seperti kebun dan atau di pekarangan rumah.

  1. Tanah Liat Biasa+Pupuk Kandang

Sama halnya dengan pasir, pupuk kandang juga sangat bagus untuk membantu dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman kelengkeng.

Pupuk kandang yang direkomendasikan untuk menanam kelengkeng adalah pupuk dari kotoran sapi/kambing/kerbau/pupuk kotoran ayam yang telah dikeringkan.

Untuk tanaman kelengkeng hasil bibit cangkok batang, maka dapat ditanam pada media tanah liat yang ditambahkan pupuk kandang. Cara untuk membuatnya adalah: Siapkan tanah liat secukupnya, kemudian campurkan dengan pupuk kotoran ternak kering (direkomendasikan sebaiknya pupuk kotoran ayam/itik, meskipun jenis pupuk kotoran ternak lainnya masih diizinkan), kemudian tanah liat tersebut dicampurkan secara merata dengan kotoran ternak (perbandingan tanah liat dengan kotoran ternak adalah 3:1), setelah itu gunakan media tanam yang sudah jadi tersebut untuk menanam pohon kelengkeng cangkok. Banyaknya media tanam yang dibuat disesuaikan juga dengan ukuran pot dan luas lubang tanam yang dibuat di area perkebunan.

  1. Tanah Liat Biasa+Pupuk Jerami Padi

Untuk pembuatan media tanam seperti pada poin ke tiga ini caranya cukup sama dengan point ke-1 dan ke-2 di atas. Caranya adalah mengambil tanah liat biasa secukupnya kemudian dicampur aduk dengan pupuk dari jerami padi yang dibakar (perbandingan tanah liat biasa dengan pupuk jerami padi adalah 3:1). Setelah itu, gunakan media tanam yang dibuat ini untuk menanam pohon kelengkeng di dalam pot. Banyaknya media tanam yang dibuat semestinya juga harus disesuaikan dengan ukuran pot dan luas lubang tanam yang tersedia jika penanaman dilakukan di area terbuka seperti kebun, pekarangan rumah, dan area strategis lainnya. Silakan baca juga: Blossom End-Rot in Tomatoes and How To Conquer It.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *