Jenis Pupuk Cabe Rawit yang Bagus dan Berkualitas Tinggi (High Quality)

Fisiologis tanaman tidak hanya sebatas membahas tentang bagaimana tanaman itu tumbuh dan berkembang, akan tetapi pemerluan tanaman terhadap unsur hara sangat penting dikaji untuk mendapatkan hasil tumbuh kembang tanaman yang bagus dan berkualitas tinggi (high quality).

Unsur hara sangat penting bagi tanaman budidaya (hortikultur), karena berperan penting untuk membantu dalam percepatan sel-sel meristematik untuk membelah, sebagai perangsang pembetukan enzim dan hormon, membantu meregenerasi sel-sel tumbuhan yang rusak, agar tanaman tetap sehat dan tidak mengalami kekurangan/kekahatan (defisiensi) unsur hara tertentu.

Unsur hara dan mineral sebeneranya sudah terdapat di dalam tanah, akan tetapi jumlahnya tidak begitu banyak. Oleh karena itu, penting sekali adanya penambahan jenis pupuk tertentu sebagai tambahan nutrisi bagi tumbuhan itu sendiri, yaitu diperoleh dari pupuk organik maupun pupuk anorganik.

Pupuk organik yang paling ampuh untuk merangsang pertumbuhan bunga dan buah cabe supaya lebat adalah pupuk kandang dari kotoran ternak seperti kotoran sapi, kotoran kambing dan ayam. Jika ada pupuk dari serat jerami padi yang dibakar itu pun sangat bagus untuk diberikan pada pohon cabai yang masih dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan.

Sementara itu, untuk jenis pupuk anorganik sebenernya telah banyak dijual secara komersil di toko obat pertanian, di kios/agen penjualan pupuk pertanian, dan di lembaga/dinas pertanian setempat, biasanya di tempat-tempat tersebut telah banyak dijual obat pertanian, pupuk, pestisida, dan lain sebagainya. Pupuk yang dijual umumnya pupuk premium dan sudah terstandar dari lembaga/perusahaan besar pemerintah.

Daftar pupuk anorganik yang paling bagus untuk tanaman cabe rawit dan jenis cabai lainnya adalah: Phonska, TSP, KCL, Urea, NPK-Mutiara. Jenis-jenis pupuk tersebut telah banyak dipakai oleh para petani cabe profesional di daerah dalam pengembangan bisnis budidaya cabe di lahan bedengan bermulsa.

Dan sangat penting diingat secara bersama-sama bahwa, dalam pemberian pupuk organik dan anorganik harus tetap menyesuaikan dengan dosis per umur tanaman. Karena setiap umur tanaman memiliki tingkat sensitifitas yang berbeda-beda dengan senyawa kimia yang terkandung pada pupuk, baik itu pupuk organis maupun pupuk anorganis.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *