Fungsi, Pengertian, Perbedaan Mulsa Organik dan Mulsa Anorganik

Sebagai seorang petani atau yang baru terjun di dunia pertanian barangkali sudah tidak asing dengan namanya “mulsa”. Jadi, mulsa ini berfungsi sebagai material penutup pada lahan bedengan yang hendak ditanami berbagai jenis tanaman budidaya.

Selain itu, mulsa berfungsi untuk menjaga tingkat kelembaban tanah, serta menekan laju pertumbuhan gulma. Serta menekan perkembangan penyakit pada tanaman pertanian. Lahan tanam yang dilengkapi perangkat mulsa ini ternyata dapat memberikan tingkat laju pertumbuhan dan produktivitas panen lebih baik. Dengan adanya mulsa juga, spora/benih-benih gulma dapat terhalang untuk berkecambah.

Buah Jagung Berbuah Lebat dan Produktivitas Tinggi
Buah Jagung Berbuah Lebat dan Produktivitas Tinggi dengan Mulsa Organis diawal Tanam. (tipspetani.com)

Dikenal dua macam jenis mulsa, yakni mulsa organik dan mulsa anorganik. Berikut ini, fungsi, pengertian serta perbedaan mulsa organik dan mulsa anorganik:

1. Mulsa Organik

Mulsa organik merupakan mulsa yang terbuat dari bahan-bahan organik hasil sisa pertanian jerami padi, batang jagung, batang kacang tanah, dedaunan, pelepah pohon pisang, dan lain sebagainya.

Mulsa organis sangat mudah didapat serta bersifat ekonomis daripada mulsa anorganik. Tapi mulsa organik tidak selalu tersedia. Berikut ini kelebihan-kelebihan/keuntungan dan keunggulan dari mulsa organik, seperti:

  • Mulsa organik mampu menekan erosi tanah;
  • Mulsa organik mampu menurunkan suhu tanah sehingga baik untuk tanaman budidaya;
  • Mulsa organik dapat menekan pertumbuhan gulma (tanaman pengganggu);
  • Dapat diperoleh dengan mudah di alam;
  • Biaya lebih murah dan ekonomis;
  • Cara memperoleh mulsa organik sanagat mudah, sebab bisa dari sisa hasil pertanian seperti pelepah pisang, batang kacang tanah, dll;
  • Pemakaian mulsa organis dapat menambah bahan organic yang berguna untuk tanah agar tanah tidak lapuk. Sebab, pada beberapa kali tanam tanah dapat lapuk sehingga membahayakan tanaman.

Selain, mempunyai banyak kelebihan, ternyata mulsa organik juga mempunyai sisi kelemahan/kekurangan. Penjelasannya sebagai berikut:

  • Bahan-bahan mulsa organik tidak selalu tersedia di alam sebab bergantung pada sisa hasil pertanian yang tak terpakai. Sehingga hanya tersedia saat setelah panen tiba;
  • Hanya tersedia pada tempat budidaya padi. Sebab jerami padi inilah yang nantinya bisa dijadikan mulsa organik. Sehingga bagi daerah yang jauh dari budidaya padi, tentu saja akan membutuhkan biaya tambahan/ongkos transportasi, dll;
  • Mulsa organis hanya dapat dipakai untuk 1 kali musim tanam saja. Sehingga mulsanya tidak dapat dipakai berulang-ulang kali.

2. Mulsa Anorganik

Mulsa anorganik mempunyai pengertian yaitu mulsa yang terbuat dari bahan anorganik, dari bahan kimia atau plastik. Jenis mulsa plastik ini umumnya dibedakan berdasarkan warna dan intensitas cahaya yang diteruskan. Jenis mulsa anorganik ini bisa berupa mulsa plastic hitam, merah, putih, perak, biru, warna bening, dan lain sebagainya. Warna mulsa yang berbeda-beda ini akan menentukan energi radiasi matahari yang diterima tanaman dan dampaknya terhadap suhu tanaman. Mulsa anorganis lebih mudah mendapatkannya di toko pertanian.

Cara Agar Pertumbuhan Pohon Cabe Tumbuh Lurus dan Baik
Tanaman Cabai Tumbuh Baik dan Berbuah Lebat dengan Menggunakan Mulsa Anorganik/Mulsa Plastik. (tipspetani.com)

Selain itu, cahaya yang dipantulkan ke permukaan mulsa plastik juga dapat berpengaruh terhadap kondisi lingkungan di sekitar tanaman.

Berikut ini ada beberapa keuntungan/keunggulan/kelebihan dari pemakaian mulsa anorganik dibanding mulsa jenis lain:

  • Mulsa plastik dapat meningkatkan produktivitas hasil panen yaitu produksi tanaman jauh lebih baik. Peningkatan suhu tanah akan memicu laju laju pertumbuhan tanaman serta mempercepat masa panen dibanding dengan penggunaan mulsa lainnya;
  • Mulsa plastik dapat mencegah hilangnya unsur hara di dalam tanah. Sebab, biasanya ketika hujan dengan intensitas tinggi, maka unsur hara dapat terbawa bersama air hujan. Dengan memanfaatkan mulsa, maka akan mencegah terjadinya erosi hara akibat air hujan tersebut;
  • Mulsa anorganik mampu mengurangi evaporasi (penguapan air) sebab dengan tertutupnya tanah oleh mulsa plastik dapat mencegah kehilangan air di dalam tanah secara berlebihan;
  • Selain itu, menggunakan mulsa anorganik dapat menjaga kelembaban tanah sehingga lahan bedengan tidak mudah kering.

Akan tetapi, ada juga kekurangan/kelemahan dari penggunaan mulsa anorganis, diantaranya yakni:

  • Harga mulsa anorganik/mulsa plastik relatif lebih mahal dibandingkan mulsa jenis lainnya;
  • Mulsa plastik yang sudah tidak terpakai akan menjadi limbah pertanian jika tidak ditangani secara baik dan benar. Sebab, limbah plastik sukar di urai oleh mikroorganisme tanah. Selain itu, jika penanganan limbahnya salah maka akan menjadi pencemaran tanah;
  • Ongkos produksi awal yang begitu besar, penggunaan mulsa plastik membutuhkan alat pemasangan. Misalnya lembaran plastik, pembuatan lubang untuk menaruh tanaman, pengolahan tanah, akan membutuhkan ongkos produksi yang lumayan.

Silakan anda baca juga: 16 Fungsi Mulsa Organik Bagi Peningkatan Kesuburan Tanah dan Tanaman.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *