Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Cabe (Faktor Internal dan Eksternal)

Pertumbuhan cabe selalu diiringi dengan proses perkembangan terjadi pada tanaman misalnya terbentuknya daun, akar, batang, bahkan organ bunga yang merupakan bagian dari organ reproduktif yang nantinya akan menghasilkan buah. Ternyata dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabe, ada faktor yang mempengaruhi pertumbuhannya yaitu faktor internal dan eksternal.

Faktor internal yaitu faktor yang memicu terjadinya pertumbuhan cabai berasal dari dalam tumbuhan itu sendiri. Sementara itu, faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari lingkungan di sekitar area tumbuh tanaman.

tanaman cabe shat buahnya tidak rontok
tanaman cabe shat buahnya tidak rontok, photo kontributor by: KPCI Inonesia.

Berikut ini dijelaskan faktor-faktor yang memengaruhi laju pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabe, baik itu faktor secara internal maupun secara ekternal:

1. Faktor Internal

Faktor internal berasal dari dalam tumbuhan itu sendiri. Beberapa faktor internal yang ikut berperan penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabai diantaranya yaitu:

  • Hormon (fitohormon = hormon pada tumbuhan), merupakan substansi kimiawi yang berperan penting dalam menentukan pertumbuhan serta perkembangan tanaman. Dikenal berbagai macam jenis fitohormon diantaranya adalah auksin, giberelin, sitokinin, asam absisat/ABA, gas etilen, dan lain sebagainya. Sebagai contoh hormon giberelin berperan untuk proses perkecambahan biji, pembelahan sel-sel meristematis pada tanaman muda yang baru selesai berkecambah untuk terus tumbuh menjadi tanaman dewasa.
  • Enzim, merupakan biokatalisator yang mampu membantu dalam proses metabolisme di dalam tubuh tumbuhan. Metabolisme tumbuhan meliputi proses katabolisme (untuk menghasilkan energi melalui proses pemecahan 6 atom C/glukosa menjadi 2 asam piruvat dan ATP (proses glikolisis di matriks mitokondria sel), seterusnya proses tersebut berlangsung melalui tahapan dekarboksilasi oksidatif, siklus kreb, sampai pada proses transpor elektron dan menghasilkan 36 ATP bersih respirasi aerob). Sementara itu, enzim juga dipakai tumbuhan untuk proses anabolisme (fotosintesis) untuk menghasilkan berbagai makanan (nutrisi) yang akan dipakai oleh tumbuhan untuk reproduktif, tumbuh dan berkembang.

2. Faktor Eksternal

Faktor eksternal (faktor berasal dari luar) pada tumbuhan lebih cenderung berkaitan erat dengan fakor lingkungan sekitar seperti kelembaban, suhu, pH tanah, cahaya matahari, jumlah kandungan air tanah, dan lain sebagainya.

Suhu yang terlalu tinggi juga tidak bagus untuk pertumbuhan tanaman sebab enzim pada tumbuhan akan mudah rusak dan gugus protein pada enzimnya mengalami denaturasi. pH tanah juga harus bagus tidak terlalu asam dan beberapa tanaman cabe dapat tumbuh pada pH yang cukup netral (pH =7), atau semi-asam.

Cahaya matahari merupakan faktor penghambat pertumbuhan pada tanaman. Pertumbuhan tanaman cabe dapat terhambat dengan intensitas cahaya matahari yang cukup. Penghambatan ini meliputi membuat batang tanaman lebih proporsional, batangnya tebal tidak kurus, batang serta akarnya semakin kuat, dan daun dengan warna yang hijau cerah. Sementara itu, apabila suatu tanaman kekurangan cahaya, atau ditanam pada tempat yang lebih gelap, maka pertumbuhan tanaman cabai tersebut akan mengalami percepatan tumbuh dan mengalami gejala etiolasi dengan ciri-ciri/karakteristik daunnya pucat, akar serta batangnya tinggi dan kurus-kurus.

Jumlah kandungan air juga berkaitan erat dengan kelembaban tanah, oleh sebab itulah untuk menunjang pertumbuhan tanaman cabai yang lebih optimal maka kelembaban tanahnya harus dijaga dengan frekuensi penyiraman tanaman cabai yang cukup. Gunakanlah dosis penyiraman tanaman cabe sesuai umurnya, tidak kurang dan juga tidak berlebihan agar memperoleh hasil pertumbuhan cabe yang lebih maksimal. Baca juga referensi bertani lainnya:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *