Faktor Penyebab Nekrosis dan Klorosis Pada Tanaman

Nekrosis dan klorosis merupakan gejala umum sering terjadi pada tanaman. Nekrosis merupakan kematian pada beberapa bagian organ tanaman (batang, akar, daun, bunga, bahkan tangkai buah), disebabkan karena kekahatan/defisiensi/kekurangan unsur hara tertentu. Namun, unsur hara yang paling berpengaruh adalah unsur seng (Zn), dan besi (Fe) serta Chlor. Sementara itu, klorosis merupakan gejala dimana daun tanaman menjadi tidak hijau lagi karena kekurangan unsur hara tertentu seperti unsur Zn. Unsur seng sangat penting sebagai bahan dasar dalam pembentukan pigmen fotosintesis (klorofil). Jika tanaman kekurangan unsur Zn tersebut, maka tanaman akan mengalami gejala klorosis dengan ciri daun tanaman menjadi kuning kecokelatan, mudah rontok karena terpengaruh hormon ABA, dan lain sebagainya.

Jarak tanam cabe rawit yang direkomendasikan
Jarak tanam cabe rawit yang direkomendasikan (Wahid Priyono, S.Pd).

Faktor unsur hara memang menjadi penyebab terjadinya gejala nekrosis dan klorosis pada tanaman. Gejala tersebut jika dibiarkan terlalu lama maka akan terjadi kerapuhan organ tanaman, serta kematian organ tanaman secara permanen. Oleh sebab itu, pemilihan jenis pupuk harus mencakup unsur hara yang sudah disebutkan di atas. Pupuk organik dan anorganik sering ditambahkan pada tanaman, sehingga memastikan pupuk anorganik yang memenuhi unsur hara Zn, Fe, Chlor bahkan unsur Kasium dan Kalium serta Mg sangat penting untuk pertumbuhan daun secara baik. Silakan baca juga: Cara Membuat Daun Agar Hijau dan Subur Permanen.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *