Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Frekuensi Irigasi

Berikut ini disajikan faktor-faktor yang mempengaruhi frekuensi irigasi:

Kelembaban:

Di musim penghujan, kelembaban tinggi dan hujan bisa diterima tepat saat tanaman membutuhkan air. Dalam kasus seperti ini, beberapa irigasi dapat dihentikan dan frekuensi dapat diperpanjang sampai 20 hari. Selama musim dingin, frekuensi juga akan lebih lama dari pada musim panas karena kurang evapotranspirasi, embun, kelembaban malam hari, dan kurang sinar matahari. Frekuensinya mungkin 15 sampai 20 hari di musim dingin dan 6 sampai 8 hari di musim panas. Di musim panas irigasi, air diberikan lebih sering dan karenanya lebih banyak frekuensi irigasi di musim panas, sedang di musim dingin dan kurang di musim hujan.

 

Tahap Pertumbuhan Tanaman:

Selama tahap tertentu terutama pada tahap pembentukan tanaman berbunga dan buah memerlukan banyak jumlah air daripada tahap awal. Pada tahap awal, meskipun sedikit air kurang dari perkiraan penggunaan sehari-hari disediakan, tanaman akan bertahan dalam ketegangan tanpa membahayakan, mungkin sedikit tekanan kelembaban dapat mendorong pertumbuhan akar yang lebih baik.

Jenis Tanaman:

Frekuensi irigasi juga akan tergantung pada hasil panen. Sayuran daun sukulen akan membutuhkan irigasi lebih sering daripada tanaman sereal seperti Jowar. Tanaman yang merupakan dosis pupuk membutuhkan lebih banyak air daripada pupuk kecil atau tidak.

Jenis tanah:

Tanah ringan membutuhkan irigasi yang lebih sering daripada tanah liat. Tanah liat Sandy perlu diairi setiap hari kelima sedangkan tanah liat berlempung bisa diairi setiap hari kesepuluh. Waktu yang dibutuhkan untuk mengairi suatu daerah: Waktu yang dibutuhkan untuk mengairi suatu daerah bergantung pada besarnya debit, jumlah air yang diterapkan, efisiensi irigasi dan luas wilayah. Waktu yang dibutuhkan untuk mengairi suatu daerah dihitung dengan rumus:

Faktor frekuensi irigasi
Frekuensi irigasi yang tepat pada jagung meningkatkan kualitas buah dan tanamannya (tipspetani.com)

IQT = Ad

Dimana,
I = efisiensi irigasi
Q = debit di cusec
T = waktu berjam-jam
A = luas di hektar
d = defisit kelembaban di tanah.

Soal: Hitung waktu yang dibutuhkan untuk mengairi 4 hektar tebu saat defisit air tanah 2,5 inci, debit dari bendung 2 cusec dan efisiensi irigasi 80 persen.

Penyelesaiannya:

IQT = Ad
= 80/100 X 2 X t
= 4 X 5/2
= 6,25 jam

Silakan anda pelajari juga: Parameter Kualitas Air yang Baik dan Benar.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *