Efek Hujan Asam Terhadap Kelangsungan Hidup Tanaman Pertanian

Efek hujan asam merupakan salah satu permasalah lingkungan akibat air hujan yang terlalu asam dan mengandung senyawa kimia belerang oksida (SOx) dan nitrogen oksida (NOx).  Efek hujan asam ini juga bisa membuat korosif/perkaratan bebesian akan jauh lebih cepat, patung-patung yang dicat akan mudah luntur, bahkan bisa menurunkan kualitas tanaman pertanian yang sedang dibudidaya.

Efek hujan asam umumnya bersifat negatif pada tanaman pertanian. Sebab, senyawa SOx dan NOx yang bercampur dengan air hujan akan mudah terakumulasi di dalam tanah, atau sebagiannya bisa masuk ke dalam stomata daun dan mempercepat terjadinya penuaan pada daun tanaman. Pada beberapa kasus, dedaunan tanaman yang terpapar senyawa kimia sulfur dapat mengalami kerusakan pada tingkat seluler (jaringan), dan ini tentu saja akan menurunkan daripada kualitas tanaman itu sendiri.

efek hujan asam
Tanaman pertanian berhasil tumbuh dengan baik karena tidak ada intensitas hujan asam berlebih (Wahid Priyono).

Di negara maju yang mempunyai lingkungan/kawasan pabrik, kilang pertambangan minyak seringkali memberikan residu dari gas-gas SOx dan NOx yang naik ke permukaan atmosfer kemudian menjadi hujan asam. Itulah mengapa di kawasan negara maju seringkali mengalami kegagalan panen karena sifat hujan asam ini yang merusak tanaman.

Kawasan negara berkembang umumnya lebih jarang mengalami efek hujan asam secara tinggi karena kawasannya jarang ditemui pabrik-pabrik atau industri besar yang notabene lebih sering memberikan dampak buruk bagi lingkungan (termasuk pencemaran air, pencemaran udara, dan pencemaran tanah ataupun pencemaran suara/kebisingan).

Pencegahan lahan pertanian dari hujan asam tidak begitu dibutuhkan, sebab sangat sulit bagi semua orang untuk menghalangi kejadian dari fenomena alam semacam ini. Namun langkah yang setidaknya bisa membantu adalah dengan cara menaman jenis tanaman yang bervariasi, menggunakan bibit unggul anti penyakit. Sebab, tanaman yang biasanya terpapar hujan asam akan memiliki daya tahan yang rendah (mudah terserang penyakit). Silakan baca juga artikel pertanian terbaru berikut: Mikroorganisme Tanah dan Peranannya Bagi Tanaman Budidaya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *