Definisi Mikrobiologi Tanah Menurut Ahli Mikrobiologi

Definisi/Pengertian:

Mikrobiologi tanah adalah cabang sains / mikrobiologi yang membahas studi mikroorganisme tanah dan aktivitasnya di dalam tanah.

Tanah:

Ini adalah material luar yang longgar dari permukaan bumi yang sangat berbeda dengan dasar batuan dasar dan daerah yang mendukung kehidupan tanaman. Agriculturally, tanah adalah daerah yang mendukung kehidupan tanaman dengan memberikan dukungan mekanik dan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan. Dari sudut pandang mikrobiologi, tanah merupakan salah satu situs yang paling dinamis dalam interaksi biologis di alam. Ini adalah wilayah di mana sebagian besar reaksi fisik, biologis dan biokimia yang terkait dengan dekomposisi pelapukan organik batuan induk terjadi.

Komponen Tanah:

Tanah merupakan campuran dari lima komponen utama yaitu bahan organik, bahan mineral, tanah-air, air tanah dan mikroorganisme tanah / organisme hidup. Jumlah / proposisi komponen ini bervariasi dengan lokalitas dan iklim tertentu.

1. Mineral / Material Anorganik:

Material anorganik ini berasal dari batuan induk / batuan bebatuan melalui proses dekomposisi, disintegrasi dan pelapukan. Berbagai jenis senyawa anorganik yang mengandung berbagai mineral ada di tanah. Diantaranya mineral dominan adalah Silicon, Aluminium dan besi dan lain-lain seperti Carbon, Calcium Potassium, Manganese, Sodium, Sulphur, Fosfor, dll. Dalam jumlah sedikit, proporsi bahan mineral di tanah sedikit kurang dari setengah dari total volume tanah.

2. Bahan / komponen organik:

Komponen organik Berasal dari residu organik tumbuhan dan hewan yang ditambahkan di tanah. Bahan organik tidak hanya berfungsi sebagai sumber makanan untuk mikroorganisme tetapi juga memasok energi untuk proses metabolisme penting yang merupakan karakteristik semua organisme hidup. Bahan organik di dalam tanah merupakan sumber potensial N, P dan S untuk pertumbuhan tanaman. Penguraian bahan organik secara mikroba melepaskan nutrisi yang tidak tersedia. Proporsi bahan organik di dalam tanah berkisar antara 3-6% dari total volume tanah.

3. Air Tanah:

Jumlah air yang ada di dalam tanah sangat bervariasi. Air tanah berasal dari hujan, salju, embun atau irigasi. Air tanah berfungsi sebagai pelarut dan pembawa nutrisi bagi pertumbuhan tanaman. Mikroorganisme yang menghuni tanah juga membutuhkan air untuk aktivitas metabolisme mereka. Dengan demikian, air tanah secara tidak langsung mempengaruhi pertumbuhan tanaman melalui pengaruhnya terhadap tanah dan mikroorganisme. Persentase air tanah adalah 25% total volume tanah.

definisi mikrobiologi tanah
Pohon mentimun subur dengan mikroba tanah yang bagus (tipspetani.com)

4. Udara tanah (gas tanah):

Bagian dari volume tanah yang tidak ditempati oleh partikel tanah yaitu ruang pori diisi sebagian dengan air tanah dan sebagian dengan udara tanah. Kedua komponen (air & udara) ini bersama-sama hanya menyumbang sekitar setengah dari volume tanah. Dibandingkan dengan udara di atmosfer, tanah lebih rendah oksigen dan lebih tinggi dalam karbon dioksida, karena CO2 terus menerus didaur ulang oleh mikroorganisme selama proses dekomposisi bahan organik. Udara tanah berasal dari atmosfir luar dan mengandung nitrogen, oksigen, Co2/karbondioksida dan uap air (CO2 > oksigen). Co2 di udara tanah (0,3-1,0%) lebih banyak daripada udara atmosfir (0,03%). Aerasi tanah berperan penting dalam pertumbuhan tanaman, populasi mikroba, dan aktivitas mikroba di dalam tanah.

5. Mikroorganisme tanah:

Tanah merupakan media kultur yang sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan berbagai mikroorganisme. Tanah bukanlah bahan statis yang lembam tapi medium berdenyut dengan kehidupan. Tanah sekarang diyakini dinamis atau sistem kehidupan.

Tanah mengandung beberapa kelompok mikroorganisme yang berbeda dan diantaranya meliputi bakteri, jamur, actinomycetes, alga, protozoa dan virus adalah yang paling penting. Tapi bakteri lebih banyak daripada jenis mikroorganisme lainnya. Mikroorganisme membentuk sebagian kecil massa tanah dan menempati volume kurang dari satu persen. Pada lapisan atas tanah (tanah atas sampai kedalaman 10-30 cm yaitu Horizon A), populasi mikroba sangat tinggi yang menurun dengan kedalaman tanah. Setiap organisme atau sekelompok organisme bertanggung jawab atas perubahan / transformasi spesifik di dalam tanah. Efek akhir dari berbagai aktivitas mikroorganisme di dalam tanah adalah membuat tanah sesuai untuk pertumbuhan dan pengembangan tanaman yang lebih tinggi.

Organisme hidup yang ada di dalam tanah dikelompokkan menjadi dua kategori sebagai berikut.

1.  Flora tanah (flora mikro) misalnya adalah Bakteri, jamur, Actinomycetes, Alga dan

2. Fauna tanah (fauna mikro) seperti hewan misalnya. Protozoa, Nematoda, cacing tanah, tahi lalat, semut, hewan pengerat.

Relatif proporsi / persentase berbagai mikroorganisme tanah adalah: Bakteri-aerobik (70%), anaerobik (13%), Actinomycetes (13%), Kapang / jamur (03%) dan lainnya (virus, Alga, Protozoa) 0,2-0,8%. Organisme tanah berperan penting dalam transformasi nutrisi untuk menunjang dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Silakan anda baca juga: Ruang Lingkup dan Pentingnya Mikrobiologi Tanah.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *