Definisi Drainase, Penyebab Pembalakan Air (Water Logging) dari Drainase Buruk

Drainase berarti proses pemindahan air dari tanah yang melebihi kebutuhan tanaman.

Drainase adalah pemindahan kelebihan air gravitasi dari tanah dengan cara buatan untuk meningkatkan produksi tanaman pangan.

Sebuah tanah mungkin memerlukan drainase buatan untuk satu atau dua alasan.

  • Bila ada meja air tinggi yang harus diturunkan atau
  • Bila air permukaan berlebih tidak bisa bergerak ke bawah melalui tanah atau permukaan tanah cukup cepat untuk mencegah akar tanaman tercekik.

Keuntungan/kelebihan/keunggulan drainase:

  • Lapangan akan bersih terkena air dan tanaman bisa mendapatkan cukup air dan udara
  • Setelah hujan turun, tanah akan dimulai pada awal tahun sebelumnya dan memungkinkan untuk melakukan operasi pertanian dengan benar dan tepat waktu.
  • Struktur tanah membaik
  • Ada aerasi dan kehangatan yang baik di zona akar yang penting untuk pertumbuhan yang tepat.
  • Bakteri yang mengubah bahan organik menjadi makanan nabati mendapatkan udara dan suhu hangat yang dibutuhkan di dalam tanah.
  • Reaksi kimia yang diinginkan terjadi dan nutrisi menjadi tersedia bagi tanaman dengan mudah.
  • Ada perkembangan akar yang tepat dan penyerapan nutrisi yang dipercepat.
  • Benih berkecambah lebih cepat dan lebih baik ditanami tanaman yang diperoleh.
  • Karena pertumbuhan tanaman yang sehat mereka bisa menahan serangan hama dan penyakit lebih baik.
  • Pertumbuhan gulma dapat diperiksa dengan penyiangan tepat waktu dan operasi antar kultur.
  • Akar turun jauh dan bisa menghasilkan kelembaban pada kedalaman yang lebih dalam dan dengan periode berdiri melalui lebih baik dan
  • Drainase yang baik memungkinkan pengangkatan banyak garam beracun dan dengan demikian mengurangi kerusakan pada tanaman.
definisi drainase
Produktivitas hasil panen jagung berkualitas karena sistem drainase air yang benar. (tipspetani.com)

Masalah drainase:

Masalah drainase terjadi di tanah, yang kita anggap sebagai gersang. Penyebab masalah drainase adalah sebagai berikut. Hal ini juga disebut sebagai penyebab drainase buruk atau mengapa tanah menjadi air yang ditebang atau tidak dikeringkan.

1. Penggunaan air yang berlebihan: Air yang banyak dan murah sering digunakan secara berlebihan. Hasilnya adalah kondisi penebangan air secara umum. Banjir liar irigasi terus menerus atau irigasi terlalu lama berubah untuk mempromosikan penebangan air.

2. Rembesan kanal lateral atau selokan: Rembesan memasuki lapisan bawah tanah pada ketinggian yang lebih tinggi daripada lahan irigasi masuk dan sering menjadi sumber langsung penebangan air daerah dataran rendah.

3. Stratifikasi internal atau tanah irigasi: Pengeringan internal tanah biasanya sering buruk. Permukaan tanah yang permeabel, dimana bila air irigasi diterapkan, menghambat perkolasi kelebihan air. Air tidak bisa bergerak ke bawah bangsal cukup cepat dan menumpuk di permukaan membentuk lapisan tipis dan menghalangi aerasi.

4. Daerah dataran rendah: Daerah dataran rendah dan hujan berlebih tidak dapat terbawa arus permukaan dengan cepat ke saluran pembuangan sehingga menyebabkan kondisi air bersih.

5. Meja air mungkin tinggi dan air gravitasi tambahan hanya menumpuk dan memeriksa ruang udara dan menjenuhkan permukaan dan sub tanah.

6. Mungkin ada panci keras yang mempengaruhi rembesan air untuk menurunkan strata.

7. Mungkin ada garam yang mempengaruhi penyerapan air oleh akar.

Prinsip drainase:

Tujuan utama pengeringan tiruan adalah membuang air yang berbahaya bagi pertumbuhan tanaman. Di daerah dengan topografi bergulung, kelebihan air terbawa saat permukaan meluncur dari air rembesan melalui depresi alami ke sungai dan sungai. Tetapi di daerah datar dan di tanah yang memiliki substratum yang angkuh, sistem drainase alami tidak berkembang dengan baik dan oleh karena itu air jenuh dan terakumulasi di daerah dataran rendah sampai menguap atau terkuras habis perlahan. Tanah yang tetap jenuh lama membutuhkan drainase buatan.

Air tanah buatan terdiri dari penyediaan saluran buatan manusia dimana air bebas dibawa ke saluran pembuangan alami seperti nalas, sungai. Hal ini dapat dilakukan dengan menggali saluran terbuka ke kedalaman yang dibutuhkan atau dengan meletakkan jaringan pipa bawah tanah dari dimensi yang sesuai pada interval yang tepat dan pada kedalaman yang diperlukan. Bila bukaan buatan semacam itu disediakan di tanah jenuh, air di meja air bawah tanah diturunkan sampai mencapai tingkat bawah saluran drainase. Garis permukaan meja air tidak tetap horizontal tapi menekan saluran pembuangan. Hal ini terjadi, karena air di atas saluran air memiliki jarak terpendek untuk bepergian dan paling tidak memiliki hambatan untuk mengalir melalui ruang pori-pori tanah.

Jarak horizontal di mana air akan mengalir di saluran air bergantung pada jenis tanah. Jika tanah berpori jaraknya parutan. Oleh karena itu, drainase harus berada pada interval pendek dan pada kedalaman yang dangkal jika tanah berpasir dan berpori. Dengan demikian, dapat dilihat bahwa faktor-faktor, yang menentukan kedalaman dan jarak sistem drainase, adalah jenis tanah dan yang diinginkan dari tabel air. Silakan anda baca juga: Kualitas Air dari Berbagai Sumber yang Diizinkan.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *