Daun Cabe Mudah Rontok; Begini Penyebab dan Solusi Penanganannya

Daun cabe mudah rontok memang sesuatu hal yang mengkhawatirkan bagi para petani di daerah. Bahkan, jika jumlah kerontokannya cukup banyak pasti timbul tanda tanya bagi pembudidayanya. Kerontokan daun memang bukan gejala yang biasa, karena ini ada kaitannya dengan nutrisi dan perawatan.

Pertama, faktor nutrisi, memberikan sumbangsih penuh dalam hal pemberian suplai makanan kepada tanaman. Jika nutrisi berupa unsur hara cukup sedikit tentu akan berpengaruh terhadap proses metabolisme tanaman secara keseluruhan. Unsur hara makro dan mikro begitu penting bagi tanaman cabe, sehingga jika tidak tercukupi dengan baik maka tanaman akan menderita kekahatan/defisiensi/kekurangan hara. Kekurangan unsur hara bisa mempengaruhi kualitas bunga, buah, serta organ batang, akar, maupun daunnya. Gejalanya bermacam-macam jika tanaman cabai kekurangan unsur hara tertentu, salahtiganya adalah kerontokan pada bunga, buah, dan daun.

Morfologi Tanaman Cabe
Morfologi Tanaman Cabe; Buahnya Lebat, Daunnya Lebat Hijau Subur (tipspetani.com)

Kedua, faktor perawatan, jika perawatan tanaman cabe tidak dilakukan secara baik dan benar tentu saja akan berpengaruh kepada pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Perawatan tanaman cabe harus intensif, mulai dari penyiraman, pemupukan, pendangiran, penyiangan, sampai kepada tahap memenejemen tanaman agar tumbuh subur. Agar tanaman cabai tumbuh subur tentu saja pemberian pupuk organik dan anorganik juga harus dilakukan. Termasuk kerontokan buah, bunga dan daun cabe disebabkan karena kekurangan pupuk.

Kedua faktor di atas harus beriringan, sebab keduanya menentukan prospek hasil panen tanaman cabe agar berbuah lebat. Namun, terkadang, di lapangan sendiri sulit untuk menciptakan tanaman cabe yang subur dan tanpa gejala kerontokan daun, bunga, maupun buahnya. Sebab, kerontokan daun ini adalah hal yang menakutkan karena negindikasikan tanaman tidak tercukupi unsur hara dengan baik.

Daun cabe rontok sering dikaitkan dengan gejala kekurangan hormon asam absisat. Namun, hormon ini memang secara alami terbentuk sendiri oleh tanaman itu sendiri. Namun, jika kerontokan daun cabe tidak wajar, artinya dalam jumlah berlebihan hingga tinggal terlihat rantingnya, maka perlu diwaspadai. Rontoknya daun cabe secara berlebihan ini bisa terjadi karena selain faktor hormonal juga tanaman kekurangan unsur hara tertentu. Unsur hara yang berpengaruh yakni Phosfor (P), Nitrogen (N), Kalium (K), Zn, Tembaga (Cu), dan Magnesium (Mg). Sehingga penting sekali bagi para petani untuk menambahkan pupuk organik maupun pupuk anorganik yang berbahan dasar unsur hara yang telah disebutkan di atas.

Efek negatif dari kerontokan daun cabe secara kontinyu adalah masalah daun cabe yang juga mengalami gejala klorosis, dimana pada bagian daunnya berwarna kuning kecokelatan dan lama kelamaan rontok. Terakhir, barangkali tanaman cabe akan diikuti dengan kematian organ lain seperti akar, batang, dan berhenti memproduksi sejumlah bunga dan buah.

Tidak ada cara yang efektif untuk menurunkan gejala kerontokan daun pada cabe, kecuali memperhatikan perawatan tanaman secara menyeluruh, dan pastikan tanaman cabe diberi pupuk yang mengandung unsur N, K, P, Zn, Cu, dan Mg. Selebihnya, faktor penyiraman juga harus diintensifkan untuk mencegah penuaan dini pada tanaman serta kemudahan daun tanaman cabe mengalami kerontokan secara besar-besaran. Silakan pelajari juga artikel menarik berikut: Bunga dan Buah Cabe Rontok; Begini Penyebab dan Solusi Penanganannya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *