Cuaca Iklim di Indonesia Tidak Menentu, Petani Bingung Menentukan Waktu Tanam yang Tepat

Akhir-akhir ini cuaca dan iklim di Indonesia mengalami perubahan yang cukup signifikan. Sekarang petani sulit memprediksi kapan waktu yang tepat untuk bercocok tanam. Jika dulu petani mempunyai kalender tanam, maka saat ini sulit sekali dibuat, mengingat perubahan iklim yang tidak menentu.

fungsi tanah humus
Semangka Berbuah Lebat dengan Kondisi Tanah yang Berhumus (tipspetani.com)

Bulan April – Oktober yang seharusnya musim kemarau, kini malah rata-rata mengalami musim penghujan, sehingga perubahan waktu tanam petani sering berubah-ubah tidak lagi berpatokan pada musim tertentu. Salah satu penyebab hal tersebut terjadi karena pemanasan global (global warming). Pemanasan global bisa terjadi karena efek rumah kaca, penggunaan bahan bakar fosil, pembakaran, dan emisi gas dari kendaraan bermotor maupun bermobil.

Akibat perubahan lingkungan tersebut, termasuk perubahan cuaca dan iklim tentu saja membuat petani bingung dalam menentukan waktu tanam yang tepat. Sebagai contoh, pada musim kemarau tanaman palawija mungkin saja bisa ditanam, tapi saat ini petani bisa menggunakan dua musim sekaligus. Padahal tanaman palawija paling bagus ditanam menjelang musim hujan.

Untuk menyiasati perubahan cuaca dan iklim di atas, petani sebaiknya bisa memprediksi sendiri kapan waktu yang tepat untuk bercocok tanam. Dengan begitu, maka peluang gagal panen bisa diminimalkan. Silakan baca juga: Ukuran Bedengan untukĀ  Menanam Palawija.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *