Cara/Teknik Mencegah Kerontokan Bunga & Buah Pada Cabe

Tanaman cabe yang telah dibudidaya oleh para pekebun/petani di Indonesia sangat rentan sekali terserang hama dan penyakit. Ditambah lagi kondisi cuaca dan iklim yang akhir-akhir ini tidak menentu juga menjadi penyebab mengapa banyak para petani yang gagal panen cabe, atau karena faktor lain seperti jumlah hama dan penyakit yang menyerang tanaman, serta kondisi tanah dan perawatan tanaman yang kurang diperhatikan secara seksama, sehingga pada akhirnya tanaman kekurangan nutrisi (unsur hara).

Kerontokan pada organ bunga, dan buah cabe sebenarnya dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Dan faktor yang paling krusial adalah pemberian pupuk (nutrisi) serta air.

Jarak tanam cabe rawit yang direkomendasikan
Tanaman cabe berbuah lebat, tidak rontok. (KPCI).

Pekebun/petani sudah mengenal manfaat/kegunaan dari pupuk organik maupun anorganik bagi tanaman. Karena setiap jenis pupuk yang diberikan tanaman mempunyai berbagai macam unsur hara penting seperti misalnya unsur makro Nitrogen (N), Kalium (K), Kalsium (Ca), dan unsur mineral lain sebagainya.

Unsur-unsur penting bagi tanaman tersebut sangat penting bagi tumbuhan yakni untuk mengatur aktivitas biologis dan fisiologis tanaman dalam menunjang kehidupannya.

Jika tumbuhan mengalami defisiensi (kekurangan) unsur hara tertentu, maka bisa jadi mempengaruhi keterlambatan tumbuh kembang tanaman, pembentukan daun, bunga, dan buah menjadi terhambat atau tidak sempurna. Dan salah satu dari faktor penyebab kerontokan pada organ bunga, dan buah pada cabe karena kekurangan unsur-unsur hara tertentu.

Untuk menjelaskan apa saja faktor yang menyebabkan gejala kerontokan pada daun, bunga, dan buah cabe dapat dijelaskan pada bagian berikut ini:

  • Kelembaban udara sangat rendah;
  • Kekurangan unsur hara makro maupun mikro (terutama kekurangan atau justru kelebihan unsur Kalsium, Nitrogen dan Kalium);
  • Tanahnya tandus (kering) dan kurang subur;
  • Suhu udara terlalu tinggi;
  • Tanaman cabe tidak terkena cahaya matahari (tanaman ternaungi oleh tumbuhan lainnya);
  • Serangan hama dan penyakit, terutama serangan penyakit akibat virus (CMV), serangan kutu daun dan hama trips,
  • Sistem perawatan tanaman yang tidak benar dan terkontrol baik;
  • Terlalu banyak air yang menggenangi lahan tanam (tanah bedengan);
  • Curah hujan tinggi;
  • Anomali cuaca dan iklim yang tidak menentu;
  • Badai El-nino yang menyebabkan produktivitas bunganya menurun;
  • Dan lain sebagainya.

Setelah kita mengetahui penyebab kerontokan bunga dan buah pada cabe, mari berikutnya kita pahami tentang bagaimana cara mencegah kerontokan bunga dan buah pada tanaman cabai.

Beberapa hal yang dapat anda terapkan di kebun cabe milik anda apabila terdapat tanaman cabe yang mengalami kerontokan bunga dan daunnya, ditempuh dengan cara:

  • Pada saat awal penanam dan pengolahan lahan tanam (tanah bedengan), usahakan pemberian kalsium (kapur), bisa juga dengan pemberian Kalsium (Ca) dengan cara menyemprotan;
  • Lakukan monitoring, pengontrolan, dan pemberantasan hama dan penyakit pada tanaman cabai. Untuk mencegah epidemi penyebaran hama dan peyakit, anda dapat melakukan penyiraman pada tanaman cabai dengan cara mengenai bagian daun dan batangnya. Karena beberapa petani profesional menganggap bahwa dengan penyiraman rutin dapat membunuh larva/telur serangga parasit yang membahayakan tanaman cabe;
  • Sebaiknya menanam cabai dilakukan di tempat terbuka, hindari penanaman cabe berdekatan atau menepis naungan bangunan yang tinggi dan kurang tersinari cahaya matahari. Cahaya matahari sangat berguna untuk mempercepat laju fotosintesis pada tanaman cabai untuk menghasilkan makanan yang kemudian akan digunakan oleh organ tumbuhan lainnya;
  • Usahakanlah mencari lahan tanam cabai yang mudah pengairannya, hal ini bertujuan untuk menjaga kelembaban udara dan tanahnya. Perlu diperhatikan bahwa tanaman cabai sangat sensitif terhadap pengairan air yang terlalu berlebihan karena biasanya dapat menyebabkan daun cabe menjadi keriting bahkan tanaman cabenya bisa layu/mati secara mendadak;
  • Pengontrolan tanaman dari hama dan penyakit sangat penting. Sedini mungkin, sebaiknya cegah tanaman cabe dari hama trips, penyakit patek, kutu kebul dan aphids, hama penghisap dari spesies kutu-kutuan dengan cara memanipulasi dan megendalikannya menggunakan pestisida hayati maupun pestisida buatan.
  • Perhatikan pertumbuhan & perkembangan tanaman untuk tiap umur tanaman. Berikan pupuk pada tanaman cabai yang kaya akan unsur hara mineral seperti Nitrogen, Kalium, Kalsium, Magnesium karena unsur hara tersebut sangat baik untuk mencegah bunga dan buah pada cabe dari kerontokkan massal.
  • Dalam pemupukan tanaman cabe perlu diperhatikan dalam pemberian unsur hara Nitrogen (N), pemberiannya harus cukup dan disesuaikan dengan dosis dan umur tanaman. Bila pemberian unsur N pada tanaman cabai berlebih, maka akan berpeluang membahayakan kehidupan tanaman cabe tersebut;
  • Jika tanaman cabe kekurangan unsur hara tertentu, misalnya kekurangan unsur mikro nutrien, maka bisa dilakukan penyemprotan pupuk daun yang mengandung unsur mikron lengkap melalui daun.

Itulah penjelasan mengenai penyebab dan cara pencegahan kerontokan pada bunga dan buah cabe, semoga bermanfaat untuk anda rekan petani/pekebun dimanapun anda berada. Silakan baca juga: Jarak Tanam Cabe Rawit yang Direkomendasikan.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *