Cara Pengendalian Gulma Secara Fisik/Tanpa Menggunakan Mesin

Gulma merupakan tumbuhan parasit yang terkadang merugikan tanaman yang dibudidaya. Dikatakan demikian sebab, antara tanaman pokok (yang dibudidaya) dengan gulma terjadi perebutan/kompetisi unsur hara. Sebagian besar gulma menguras habis unsur hara yang tersedia di dalam tanah, atau yang diberikan oleh petani. Terutama gulma dari golongan rumput, teki, dan gulma berdaun lebar sangat cepat dalam pengambilan unsur hara, air dan cahaya.

Tanaman Melon Tumbuh Subur Tanpa Gulma
Tanaman Melon Tumbuh Subur Tanpa Gulma. (Tipspetani.com)

Di pertanian-pertanian skala desa, umumnya pengendalian gulma masih dilakukan secara fisik/tanpa menggunakan mesin atau pengendalian gulma secara kimia walaupun terbilang tidak ramah lingkungan (memicu terjadinya pencemaran air, tanah, dan udara). Walaupun di daerah pedesaan juga sebagian besar masih ditemukan pengendalian secara mekanis menggunakan mesin khusus untuk penyiangan gulma seperti mesin pemotong rumput, menggunakan gasrok/power weeder, dan sejenisnya.

Berikut ini cara melakukan pengendalian gulma secara fisik/tanpa menggunakan mesin:

  • Mencabut gulma dengan tangan: Teknik ini digunakan dengan cara mencabut langsung gulma yang tumbuh pada lahan bedengan (secara manual). Teknik membabad atau memotong gulma dengan sabit yaitu dengan mengayunkan sabit secara mendatar di atas permukaan tanah yang ditumbuhi gulma secara berulang-ulang sampai batang gulmanya terpotong, dan rata dengan tanah.
  • Mengored gulma: Tenik ini dilakukan dengan cara menekan koret pada tanah kemudian menariknya dari arah depan ke belakang sampai gulma lahan tanam menjadi bersih. Pastikan dalam kegiatan pengoredan ini mampu mengambil akar gulma hingga tuntas, tidak ada yang tertinggal di dalam tanahnya.

Itulah tadi beberapa cara/langkah pengendalian gulma secara fisik atau tanpa menggunakan mesin. Semoga informasi di atas berguna untuk teman-teman petani di Indonesia. Silakan baca juga artikel berikut: Macam-Macam Herbisida Untuk Mengendalikan Gulma Berdasarkan Selektifitasnya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *