Cara Pemilihan Jenis Bibit/Benih untuk Pertanian Organik

Seperti halnya dalam sistem pertanian anorganik, pertanian organik pun membutuhkan benih/bibit. Benih merupakan bahan tanam berupa biji, sedangkan bibit adalah bahan tanam yang sudah berupa tanaman muda (tanaman trubusan).

Benih/bibit paling baik digunakan untuk pertanian organik harus berasal dari kebun pertanian organik itu sendiri. Selain itu, hindarilah benih/bibit yang berasal dari rekayasa genetika atau hasil persilangan. Ini disebabkan oleh benih/bibit yang tidak berasal dari kedua cara tersebut dapat hidup dan berproduksi optimal pada kondisi yang alami. Ini tentu saja sangat berbeda dengan benih/bibit dari persilangan yang biasanya telah dirancang supaya memerlukan pupuk dan pestisida kimia untuk tumbuh dan berproduksi.

jambu madu deli
Jambu madu deli berasal dari bibit organik. (Photo Kontributor oleh: Nuning Nurcahyani, Dosen Biologi FMIPA Universitas Lampung)

Varietas benih/bibit pada pertanian organik harus berasal dari varietas alami. Varietas hasil persilangan/rekayasa genetika banyak mengandung bahan-bahan kimia yang memerlukan asupan hara tidak sedikit. Asupan hara tersebut dapat tercukupi oleh pupuk hasil produksi pabrik yang mengandung beragam bahan kimia. Bahan inilah yang berbahaya sebab dikhawatirkan dalam jangka waktu lama mampu membunuh manusia.

Berikut ini beberapa contoh nama dari komoditas pertanian dan varietas tanaman yang dibudidayakan:

1. Padi (varietas: rojolele, pandan, mentik, lestari, IPB-3S, dan lain sebagainya)

2. Kedelai (varietas: wilis, kerinci, galunggung)

3. Kubis (varietas: sengon, kubis daun kampung, pujon)

4. Petsal (varietas: granat, denmark, amiliore)

5. Bayam (varietas: bayam merah, bayam duri, bayam putih, bayam daun, bayam raja)

6. Sawi (varietas: sawi putih/jabung, sawi hijau, sawi huma)

7. Cabai (varietas: cabai merah, cabai keriting, cabai udel/bulat)

8. Kentang (varietas: kentang putih, kentang kuning, kentang merah)

9. Kelapa (varietas: kelapa kuning, kelapa kopyor)

10. Jagung (varietas: jagung manis, jagung hibrida, dll)

Pada dasarnya, semua jenis tanaman bisa dibudidaya secara organis, namun ragam tanaman di atas merupakan komoditi berprospek cerah di pasaran pangan organik dunia.

Alangkah baiknya, petani memakai benih/bibit lokal atau hibrida yang sudah mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Keunggulan benih hibrida yaitu murah dan mudah diperoleh. Bahkan, sesama petani biasanya bisa saling barter dan saling membeli bibit/benih hibrida tersebut. Bahkan, petani juga bisa membenihkan sendiri di lahan pertaniannya. Selain itu, benih/bibit lokal mempunyai asal-usul yang jelas dan sesuai kondisi alam sekitarnya. Dengan memakai benih sendiri, petani juga tidak bergantung pihak luar/asing. Silakan baca juga artikel terkait berikut, klik: Prinsip Dasar Pertanian Secara Organik (Pertanian Organik).

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *