Cara Merawat (Memelihara) Tanaman Cabe di Musim Hujan

Cabe merupakan jenis dari tanaman hortikultura yang perlu mendapatkan perhatian serius dari tatacara penanaman hingga proses perawatan tanaman secara tepat dan terencana.

Pohon cabe sangat rentan terhadap serangan hama dan penyakit, terutama pada musim penghujan, sehingga hal ini akan berpengaruh kepada produktivitas hasil panennya.

Kondisi curah hujan terlalu tinggi juga dapat berpengaruh secara signifikan terhadap laju pertumbuhan tanaman, adakalnya jumlah pasokan air hujan banyak juga tidak baik bagi tanaman cabe. Oleh karena itulah, banyak sekali ditemukan para petani yang mengeluhkan adanya kerusakan tanam, kematian mendadak pada tanaman cabe yang dibudidayanya, kelayuan pada organ tanaman dan itu memang disebabkan kandungan air di dalam lahan bedengan tidak terkontrol dengan baik.

Banyak sekali kendala dan tantangan yang harus diperhatikan para petani/pekebun cabe, supaya tetap melakukan cara perawatan tanaman cabe disaat musim hujan, beberapa perawatan/pemeliharaan tersebut meliputi:

1. Membuat Saluran Drainase Air
Pada musim hujan bisa saja air dapat melebihi kapasitas normal pada umumnya, sehingga drainase dan tempat pembuangan air harus diarahkan secara benar. Pengaturan drainase air sangat penting untuk mengontrol dan menspekulasi keluar masuknya air dan menjaga kelembaban tanah agar cocok bagi tumbuh kembang tanaman. Itulah mengapa petani cabe diharapkan membuat bedengan-bedengan yang tingginya setidaknya 30 – 40 cm, dan akan lebih baik menggunakan mulsa plastik untuk menjaga kelembaban tanah.

Pada tanaman cabe yang berumur muda (di bawah 20 hari), kelebihan air terkadang menyebabkan akar tanaman menjadi busuk dan pada akhirnya tanaman mati mendadak. Oleh karena itulah, pengaturan saluran air pada lahan bedengan perlu diperhatikan secara seksama.


2. Pengaturan Sirkulasi Matahari
Pengaturan sirkulasi matahari juga penting terutama menginjak waktu tanam musim hujan. Petani harus menanam cabe secara zig-zag (selang-seling dalam dua baris lajur tanam), dengan tujuan supaya penyinaran cahaya mahatari pada tanaman berjalan efektif serta merata.

Sebaiknya penanaman cabe memang sangat direkomendasikan untuk dilakukan di tempat terbuka (sawah, perkebunan, ladang, dan wilayah strategis lainnya), sehingga pasokan jumlah energi cahaya matahari yang diterima oleh tanaman cabe akan jauh optimal.

Selama masa tanam musim hujan, selain mengontrol sirkulasi cahaya, juga atur drainase air agar keduanya dapat berjalan baik.

3. Pengontrolan Hama dan Penyakit Tanaman
Pada musim penghujan, hama dan penyakit tanaman biasanya sering muncul. Hal ini dapat terjadi karena pada musim hujan pembentukan telur pada beberapa spesies serangga, hama berjalan dengan baik. Terutama pada musim hujan, pertumbuhan jamur parasit bisa saja menyerang pada batang dan buah tanaman cabai. Terkadang banyak juga dijumpai hama wereng yang menyerang tanaman cabe dalam jumlah banyak. Solusinya untuk mencegahnya dapat anda gunakan pestisida berbahan bioaktif untuk menyerang hama dan penyakit. Dapat juga anda melakukan pemantauan dan mencabut pohon tanaman yang terinfeksi hama dan penyakit tersebut.

4. Pembersihan Gulma (Penyiangan)
Pertumbuhan rumput-rumput liar (gulma) pada musim hujan nyaris banyak. Selain itu, spora-spora dari tanaman rumput-rumputan banyak yang berkecambah pada musim hujan. Bisa saja spora yang kering yang pernah tersebar di lingkungan pertanian cabe dapat tumbuh baik pada saat musim hujan, dan dapat mengganggu pertumbuhan tanaman cabe.

Solusi yang dapat dilakukan diantaranya adalah:

  • Kontrol (pantau) tanaman setiap hari, jika ditemukan gulma yang baru tumbuh tetap dicabut agar kondisi lingkungan tanam tetap bersih;
  • Lakukan pengecekan pada tiap tanaman, apakah terserang hama atau tidak. Misalnya jika pada organ daun terdapat hama dan atau penyakit yang terdeteksi, maka segera lakukan tindakan dengan cara membuangnya atau memberikan penanganan menggunakan pestisida;
  • Gulma yang terlanjur tumbuh banyak di sekitar tanaman dapat dilakukan penyiangan hingga benar-benar bersih, dan untuk waktu selanjutnya tetap dipantau supaya gulma tidak tumbuh kembali;
  • Bersihkan/lakukan pengoretan dan setelah itu bakar gulma supaya spora dan organ tanamannya rusak.

5. Penggunaan Pestisida Jika Dibutuhkan


Saat musim penghujan (hujan), pertumbuhan hama dan penyakit pada tanaman cabe bisa saja berjalan lebih cepat, sehingga dapat dilakukan penangan sesegera mungkin untuk memberantas epidemi penyebaran penyakit dan hama, yakni salah satunya menggunakan biopestisida hayati atau pestisida kimiawi yang banyak dijual di pasaran.

Dengan menggunakan penyemprotan pestisida pada tiap tanaman cabe, kemungkinan besar hama serta penyakit parasit pada cabe dapat diberantas secara langsung dan ini berarti dapat menolong tanaman cabe dari serangan penyakit berbahaya.

Itulah tadi penjelasan tentang cara merawat tanaman cabe disaat musim hujan yang tepat dan terencana. Semoga apa yang telah dijelaskan di atas dapat bermanfaat untuk remaja, bapak/ibu tani dan pekebun di seluruh wilayah Indonesia. Salam pertanian.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *