Cara Merawat CABE di Musim Hujan

 

Hal yang mungkin sulit bagi petani untuk mengontrol keadaan tanaman yaitu tentang anomali cuaca yang sering berubah-ubah (cuaca ekstrem). Musim hujan juga menjadi penyebab beberapa penyakit pada tanaman cabe seringkali muncul terutama karena cendawan/jamur parasit yang merusak pada bagian buah matang dan juga pada batang maupun akar tanaman.

Saat musim hujan, kandungan air di dalam tanah cukup tinggi, sehingga intensifikasi perawatan tanaman cabeĀ harus serta merta, petani cabe tidak boleh lengah, dan harus tetap semangat dalam melakukan perawatan tanaman cabe di lahan pertaniannya.

Jarak Tanam Cabe
Merawat cabe di musim hujan. (KPCI).

Berikut ini langkah yang bisa ditempuh oleh petani/pekebun cabe dalam perawatannya di musim penghujan, yakni:

  • Tetap menjaga kandungan air di dalam tanah agar tetap stabil dan tidak berlebih. Hal ini dapat ditempuh dengan cara memastikan bahwa di sekitar kanan kiri bedengan tidak terdapat air yang menggenangi lahan lebih dari setengah tinggi bedengan. Jika air berlebih di sekitar bedengan, bisa dioper ke lahan lainnya yang memang sedang membutuhkan air dalam jumlah cukup. Kelebihan air pada lahan tanam cabe, terutama pada saat penanaman awal biasanya sangat rentan merusak pada daerah akar tanaman cabe muda yang baru ditanam. Usahakan porsi air di lahan bedengan tercukupi dengan baik;
  • Melakukan pengaturan sirkulasi matahari, yaitu sebaiknya pada waktu penanaman cabe lebih diutamakan di tempat yang terkena sinar matahari langsung;
  • Pembersihan gulma/rumput liar dengan cara penyiangan. Pada musim hujan pertumbuhan mikroba sangat cepat, seperti jamur parasit, dan mikroba patogen. Maka dari itu, pastikan bahwa lahan tanam terbebas dari gulma. Gunakan alat pengoret gulma untuk menghilangkan gulma, supaya spora gulma tidak mudah tumbuh/berkecambah;
  • Tambahan pupuk yang mengandung kadar Kalsium (Ca) dan Kalium (K) secukupnya pada tiap-tiap tanaman cabe supaya tanaman lebih sehat dan kuat (sistem imunitas tanaman cabe terjaga secara baik). SilakanĀ  baca juga: Manfaat Bakteri Rhizobium leguminosarum dalam Bidang Pertanian.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *