Cara Mengusir Gulma dengan Alang-Alang, 100% Berhasil !

Gulma merupakan populasi yang terkadang bersifat parasit bagi tanaman di sekitarnya. Termasuk tanaman budidaya pertanian sering kehilangan nutrisi dan berujung pada defisiensi unsur hara. Adanya gulma (rumput liar) juga seringkali menguras banyak unsur hara di tanah. Akibatnya tanaman pokok (yang ditanam) tidak memperoleh nutrisi hara dalam jumlah cukup. Tentu saja hal ini akan berdampak buruk terhadap laju pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Gulma harus diusir/dicabut secara manual maupun menggunakan alat penyiangan khusus. Alat penyiangan sangat banyak dijual di pasaran, dengan variasi bentuk dan tingkat keefektivitasannya. Belilah alat penyiangan sesuai dengan kebutuhan dan kriteria gulma yang akan diberantas.

Zat Alelopati Pada ilalang
Zat Alelopati pada Ilalang Mencegah Pertumbuhan Gulma Pada Tanaman Cabe (Photo Hasil Praktek Saya, Wahid Priyono)

Akan tetapi, terkadang mengusir gulma menggunakan alat cukup tidak efektif, artinya gulma bisa saja tumbuh di kemudian hari. Dan ada langkah dini yang bisa anda lakukan untuk mengusir gulma dengan menggunakan rumput ilalang (orang jawa bilang “alang-alang”).

Cara pengaplikasiannya begitu mudah yaitu ambil satu karung/lebih rumput ilalang basah (sesuai kebutuhan), kemudian letakan di atas lahan bedengan atau bagian parit yang ada gulmanya. Biarkan sampai lama, kira-kira hingga waktu panen tiba. Dan dalam beberapa minggu ke depan setelah aplikasi, maka gulma tidak akan tumbuh kembali di lahan/tanah yang ditumpuki oleh ilalang basah tersebut. Hal ini dapat terjadi karena ilalang/alang-alang mengandung zat alelopati yang tidak disukai oleh gulma/rumput liar lainnya. Silakan anda boleh mencobanya, supaya anda merasakan 100% manfaat mengusir gulma dengan menggunakan rumput alang-alang. Cara ini adalah cara alami mengusir gulma, sebab tidak menggunakan herbisida yang dapat mencemari lingkungan ekosistem di sekitarnya (pencemaran air, pencemaran tanah, dan pencemaran udara). Silakan baca juga referensi berikut ini: Jarak Menanam Cabe, Jagung, dan Kacang Tanah yang Harus Diperhatikan.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *