Cara Mengatasi Daun, Bunga, dan Buah Cabe yang Rontok Parah

Fisiologi tanaman cabe dapat dipelajari lebih jauh, terutama mempelajari gejala yang sering muncul pada tanaman cabe, mulai dari kenampakan morfologi tanaman yang sehat sampai yang mempunyai masalah serius.

Dilihat dari aspek morfologi tanaman, kekahatan (kekurangan/defisiensi) unsur hara pada tanaman cabe ternyata menjadi penyebab terjadi pada tanaman cabe sehingga tanaman mengalami gejala yang tidak lazim contohnya kerontokan pada daun, bunga, bahkan pada organ buahnya.

Tanaman Cabe Pertumbuhannya Bagus
Tanaman Cabe Pertumbuhannya Bagus

Adapun tingkat kerontokan pada daun, bunga, serta buah cabe bervariasi antara tanaman satu dengan lainnya, sebab keberadaan nutrisi (unsur hara) yang tersedia bagi masing-masing tanaman berbeda, dan hal ini memang suatu keniscayaan bagi setiap tanaman.

Apabila di kebun cabe anda ditemukan adanya tanaman cabe yang mengalami kerontokan pada bagian organ bunga dan daunnya, maka anda dapat menempuh kiat (langkah-langkah/step) berikut ini:

  • Kerontokan pada tanaman cabe bisa jadi disebabkan karena faktor tanaman menderita nekrosis dan klorosis pada daun. Ciri/karakteristik tanaman cabe yang mengalami nekrosis dan klorosis secara umum mempunyai daun yang kusam, berwarna kuning dan terkadang berlubang-lubang (bopeng), dan disusul dengan kerontokan pada organ daun, bunga dan buahnya; Solusinya untuk mencegah tanaman cabe dari gejala klorosis dan nekrosis yaitu dengan menggunakan pupuk kandang dari kotoran ayam yang telah dikeringkan, atau menggunakan pupuk anorganik berbahan dasar Zn dan Kalium yang cukup tinggi;
  • Daun cabe dan bunga cabe rontok bisa diakibatkan karena tanaman terserang hama dan penyakit secara serius. Misalnya, hama penggerek batang dan ulat grayak yang menyerang organ daun bisa menyebabkan daun berlubang (bopeng), dan disusul dengan kerontokan. Penyakit antraknosa yang menyerang tanaman cabe juga bisa berakibat pada daerah di pinggir daun menjadi lebih rusak, dan pada akhirnya daun menggulung dan diakhiri dengan absisi (kerontokan) pada organ daunnya; Solusinya: Gunakan pupuk hayati/kompos pada saat menjelang tanaman berbunga dan berdaun lebat. Penggunaan pestisida sesuai anjuran dan dosis yang tepat pada tiap-tiap varietas tanaman cabe juga sangat dianjurkan untuk memperoleh hasil lebih optimal;
  • Curah hujan terlalu tinggi dapat mematikan pada bagian jaringan xilem akar bisa berdampak buruk bagi organ tanaman cabe secara keseluruhan, hal ini sangat berdampak pada organ batang muda, daun, bunga, hingga buah. Solusi: atur kadar air di dalam tanahnya. Usahakan ketercukupan air di lahan bedengan tercukupi secara baik, jangan sampai ada lahan tanaman cabe yang tergenangi air dalam jumlah berlebihan;
  • Tanah yang terlalu asam dengan tingkat keasaman tanah (pH) tanah di bawah 5, biasanya akan membuat organ daun tidak stabil dalam proses fisiologisnya, hal ini akan memberi dampak buruk pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabe secara menyeluruh. Solusi: Pada saat awal tanam cabe, usahakan lahan tanam memiliki pH netral. Jika kondisi tanah asam, maka bisa menambahkan kapur dolomit atau sejenisnya untuk membantu mentralkan tanah yang asam tersebut. Kapur dolomit banyak dijual di sentra/kios pertanian di pasaran. Bahkan, di Dinas Pertanian biasanya mereka menyediakan;

Itulah tadi penjelasan singkat mengenai keempat cara mengatasi/mencegah supaya bunga dan daun cabe tidak mudah rontok, semoga berguna untuk anda. Untuk menambah wawasan baru bagi anda, jangan lupa baca dan klik juga artikel berikut ini: 15 Point Penyebab Daun, Bunga, dan Buah Cabe Sering Rontok Parah.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *