Cara Mencegah Tanaman Mentimun, Cabe, Tomat dari Hama&Penyakit Secara Alami

Tanaman mentimun, cabe, dan tomat juga rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Serangan hama dan penyakit ini biasanya bervariasi, menyerang bagian organ tanamannya. Dan yang paling sering diserang adalah bagian organ daun dan batang mudanya. Beberapa organ akar mungkin terserang, namun hanya sebatas diakibatkan karena jamur/cendawan parasit.

Jika tanaman mentimun, cabe, atau tomat anda terserang hama dan penyakit maka langkah yang dapat anda tempuh bisa menggunakan biopestisida alamiah/buatan dan pestisida kimiawi buatan pabrik.

sejarah mikrobiologi tanah
Tanaman cabe dengan pertumbuhan buruk akibat tanah yang kurang dihuni oleh mikroba tanah dan juga terserang penyakit busuk buah cabe. (Photo by: Wahid Priyono, www.tipspetani.com)

Untuk pestisida alamiah, anda bisa menggunakan batang brotowali yang banyak ditemukan di area perkebunan tropis (batang brotowali rasanya pahit sekali). Cara membuat biopestisidanya yaitu: Ambilah 20 batang brotowali yang sudah tua (panjang kisaran 60 cm) dipotong-potong lalu ditumbuk hingga halus. Setelah itu dicampur dengan 10 Liter air. Kemudian diaduk-aduk sampai rata, dan kemudian diperam/difermentasikan selama 3×24 jam. Setelah diperam, kemudian larutan brotowali tersebut sudah bisa digunakan yaitu dengan cara disemprotkan pada bagian daun/batang/akar tanaman yang terserang hama dan penyakit. Penyemprotan sebaiknya menggunakan alat/tangki penyemprotan agar hasilnya lebih efektif.

Bad growth on a cucumber plant because of pests and diseases.
Bad growth on a cucumber plant because of pests and diseases. (Gambar Original Oleh Wahid Priyono dalam https://Tipspetani.com)

Hama seperti ulat, wereng, walang sangit, dan sejenisnya juga bisa diusir dengan biopestisida seperti kristal BT yang mengandung bakteri Bacillus thurungiensis. Kristal BT ini biasanya dijual di toko pertanian tertentu dan di dinas pertanian biasanya juga ada. Cara aplikasinya yaitu dengan menyampurkan kristal BT dengan air sehingga terbentuklah larutan BT. Larutan BT kemudian disemprotkan pada organ tanaman (misalnya daun, batang, dll) yang terserang hama ulat tersebut. Larutan kristal BT ini akan dimakan oleh ulat, dan di dalam sistem pencernaan ulat tersebut maka kristal BT yang bersifat toksik/racun akan merusak struktur organ pencernaan ulat, lalu ulat akan mati karena mengalami dehidrasi dan kekeringan pada organ pencernaannya.

Pemberantasan hama serta penyakit yang paling umum dilakukan yaitu dengan penggunaan pestisida kimiawi buatan pabrik. Hal ini memang terlihat simpel, yakni petani tinggal membeli saja pada agen/penjual pestisida tersebut. Akan tetapi pestisida kimiawi ini mampu menimbulkan efek pencemaran tanah, air, dan udara (sangat berbahaya bagi lingkungan sekitarnya). Paling sering ditemukan di lapangan yaitu terjadinya pencemaran air dan tanah, sehingga aerasi tanah semakin buruk dan pada akhirnya menghambat pertumbuhan dan perkembangan mikroba tanah dalam meningkatkan kesuburan tanaman. Rusaknya struktur tanah, yang menyebabkan tanah kurang subur bisa disebabkan dari dampak negatif penggunaan pestisida kimiawi ini.

Anda bisa membeli pestisida kimiawi tersebut di toko pertanian dan langsung konsultasi dengan penjualnya. Pembelian pestisida kimiawi tersebut tentu harus sesuai dengan jenis hama/penyakit yang menyertainya, serta dosis juga harus disesuaikan secara tepat.

Aplikasi/penggunaan biopestisida yang sudah dijelaskan di atas juga bisa diterapkan pada tanaman selain mentimun seperti: pada tumbuhan/pohon tomat, cabe, bengkoang, padi, jagung, pare, gambas, sawi, kangkung darat/kangkung air, kubis, jeruk, semangka, wortel, brokoli, strawberry, buncis, kacang tanah, kacang panjang, kedelai, dan tanaman hortikulturan jenis lainnya. Semoga bermanfaat dan silakan anda baca juga artikel berikut ini: Cara Mencegah Tanaman Cabe, Timun, Tomat dari Gulma Secara Alami.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *