Cara Membuat Daun Tanaman Agar Hijau dan Subur Permanen

Bagi seorang petani, jika tanaman yang dibudidaya tumbuh subur dan sehat maka itu adalah kebahagiaan tersendiri. Termasuk jika daun tanaman berwarna hijau segar dan tanpa penyakit atau hama yang menyerangnya. Oleh sebab itu, jika daun tanaman subur itu artinya terbebas dari penyakit. Namun sebaliknya terkadang daun tanaman menjadi berwarna tidak seperti biasanya, misalnya berubah warna dari hijau ke kuning-kuningan karena terserang gejala nekrosis dan klorosis.

Nekrosis dan klorosis yaitu gejala yang dialami oleh tanaman karena kekahatan (defisiensi/kekurangan) unsur hara tertentu, misalnya unsur seng (Zn) dan Chlor. Padahal tanaman sangat membutuhkan unsur Zn dan Chlor dalam jumlah cukup untuk pemenuhan klorofil di tingkat selulernya.

efek hujan asam
Tanaman pertanian berhasil tumbuh dengan baik karena tidak ada intensitas hujan asam berlebih (Wahid Priyono, S.Pd).

Untuk itu, agar tanaman pertanian tidak mengalami nekrosis dan klorosis (daun tanaman tetap hijau permanen), maka penting sekali menambahkan pupuk organik dan anorganik. Karena pupuk organik dan anorganik banyak mengandung unsur hara yang cukup kompleks. Maka, saat membeli pupuk kimia sebaiknya periksa kandungan kimia (unsur hara di dalamnya). Usahakan agar membeli pupuk yang mengandung unsur Kalsium, Zn, Fe, Kalium untuk membuat daun tanaman semakin hijau berkilau. Serta meminimalisir tanaman dari kekahatan pada bagian organ tanamannya, baik pada organ akar, batang, daun, bunga, dan buahnya.

Penambahan pupuk kandang dari kotoran ternak yang difermentasi juga penting. Sebagai upaya untuk mencegah penuaan dini pada organ tanaman, sehingga batangnya kokoh dan tumbuh subur, pembuahan lebih bertahan lama. Silakan baca juga: Perbedaan Klorosis dan Nekrosis pada Daun Serta Cara Pencegahannya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *