Cara Membuat Bedengan Cabe yang Baik dan Benar

Dalam memulai aktivitas budidaya tanaman cabe tentu saja diikuti dengan kegiatan membuat bedengan (membentuk lahan tanam sesuai ukuran tertentu). Bedengan dibuat sedemikian rupa sehingga di lahan bedengan tersebut tanaman bibit muda akan disemai atau ditanam. Sebelum membuat bedengan, maka terlebih dahulu anda harus mengolah tanah dengan cara dibajak atau menggemburkan lahan.

Bedengan yang dibuat khusus untuk menanam cabe harus memiliki tipografi yang pas, sehingga akan meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan oleh petani. Sebagai contoh, jika membuat bedengan dengan ketinggian yang terlalu rendah juga tidak bagus, karena khawatir pada saat air dari saluran irigasi masuk bedengan dalam jumlah banyak, maka hal tersebut akan menyebabkan bedengan menjadi tergenang air, dan pada akhirnya akan memengaruhi pertumbuhan tanaman cabe. Dan lebih parahnya lagi apabila akar tanaman cabe menjadi busuk dan pada akhirnya tanaman menjadi mati.

Contoh bedengan mulsa plastik pada tanaman cabe

Contoh bedengan mulsa plastik pada tanaman cabe, Photo original by: Wahid Priyono, S.Pd. (Guruilmuan)

Sebagai Info: Sebaiknya saat membuat lahan bedengan tanam, usahakan bedengan dibuat dari arah utara ke arah selatan, agar nantinya tanaman mudah dalam berfotosintesis (pembentukan makanan/proses anabolisme pada tumbuhan), sehingga laju pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabe akan jauh lebih optimal.

Di bawah ini adalah cara membuat bedengan tidak untuk bedengan cabe merah saja, akan tetapi berlaku juga untuk jenis bedengan cabe apapun itu jenisnya, sebaiknya anda harus mengikuti prosedur/langkah-langkah yang telah banyak diterapkan oleh petani cabe profesional. Berikut ini ketentuannya:

  • Sebelum membuat lahan bedengan cabe, maka sebaiknya bersihkan terlebih dahulu lokasi yang akan dijadikan tempat penanaman cabe, sebisa mungkin bersihkan gulma-gulma/rumput liar yang sangat mengganggu, bebatuan terlalu besar juga disingkirkan;
  • Setelah itu, bajaklah tanah di lokasi penanaman (lokasi penanaman bisa di sawah, perkebunan hortikultur, dan lain sebagainya). Bajaklah tanah hingga tanahnya menjadi hancur dan gembur. Tanah yang dibajak sebaiknya mempunyai ketinggian 25 – 40 cm;
  • Jika pembajakan tanah telah selesai, langkah selanjutnya yaitu mendesain tanah membentuk bedengan-bedengan panjang yang mengarah dari arah utara ke selatan, hal ini akan memudahkan tanaman cabe melakukan proses fotosintesi dalam pembentukan makanan di daun; Buat juga galangan-galangan yang menghubungkan satu bedengan dengan bedengan lainnya. Adapun tujuan dibuatkan galangan supaya air dari saluran irigasi dapat lewat secara sempurna;
  • Ukuran ideal berdasarkan hasil diskusi dengan petani cabe profesional dengan kriteria: (1). Tinggi bedengan = 25 – 40 cm, (2). Lebar bedengan = 0,5 – 1 meter. (3). Serta panjang bedengan tentu saja dapat disesuaikan dengan luas lahan tanam yang tersedia di tempat anda berkebun cabe;
  • Untuk hasil tanam cabe supaya hasil panennya lebih banyak, maka jangan lupa berikan perangkat mulsa plastik di atas lahan bedengan sebelum ditanam bibit cabe. Selengkapnya baca juga: Manfaat Memberi Tiang Ajir dan Mulsa Pada Tanaman Cabe.
  • Buat juga saluran irigasi/galangan di antar ruas bedengan satu dengan bedengan lainnya.

Apabila anda mengikuti prosedur membuat bedengan seperti yang dijelaskan di atas, maka insya Allah rencana budidaya tanam cabe merah dan cabe jenis apapun juga akan semakin sukses. Selamat mempraktekan cara buat bedengan cabe di atas. Silakan baca juga artikel terkait berikut ini: 4 Cara Menyuburkan Tanah Tandus dan Tidak Subur (Gersang).

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *