Cara Memanen Jagung yang Dijadikan Bibit dari Pohonnya

Untuk pemuliaan tanaman budidaya, terkadang petani bersikukuh dengan varietas jagung yang ia sukai. Atau karena memang bibit jagung yang mereka gunakan mempunyai nalai tambah. Juga mempunyai nilai produktivitas hasil panen yang berkualitas.

Dalam memilih dan menggunakan bibit jagung yang hendak ditanam, terkadang petani tidak membeli bibit. Melainkan mereka menggunakan bibit yang sama dari hasil panen sebelumnya. Cara ini masih banyak dijumpai pada petani-petani di desa. Mengingat harga bibit jagung lumayan mahal, terkadang petani lebih memilih membuat bibit langsung dari pohonnya.

Tanaman jagung yang rencananya ingin dijadikan bibit dari pohonnya sebaiknya memang dari bibit/varietas unggul. Tunggu waktu panen, dan pilihlah salah satu atau dua bibit dari satu pohon jagung. Sisanya bisa diambil untuk dijual atau sekedar di rebus.

Jagung mulai dipanen kisaran umur 4 bulan ke atas (jika penanaman dan perawatannya bagus). Dan jika anda sudah menyisakan 1-2 bibit jagung dalam 1 pohon, maka anda bisa membuka kulit jagung. Sehingga tinggal bagian biji-biji jagung yang terlihat telanj2ng. Lihat foto di bawah ini.

Bibit jagung Pioneer P32 Singa
Bibit jagung Pioneer P32 Singa. Photo Kontributor Komunitas Petani Jagung Indonesia.

Biarkan bibit jagung bijinya mengering, dan jika sudah mengering maka bibit jagung dipetik dan dimasukan dalam karung/keranjang. Selanjutnya, bibit bisa dikeringkan kembali. Setelah bibit benar-benar kering, maka biji-biji jagung bisa dipisahkan dari tongkolnya, lalu disimpan dalam karung pada suhu ruangan.

Bibit yang sudah disimpan tersebut bisa dipergunakan untuk musim tanam berikutnya. Umumnya, kulitas bibitnya tidak jauh berbeda dengan indukan sebelumnya. Semoga bermanfaat. Silakan baca juga: Jarak Tanam Jagung, Cabe, dan Kacang Tanah yang Baik dan Benar.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *