Cara Budidaya Labu Butternut Squash (Labu Madu), Peluang, dan Tantangan

Butternut squash (labu madu) merupakan jenis tanaman labu-labuan dengan bentuk seperti biji kacang tanah. Tanaman ini banyak dibudidaya di daerah di daratan Australia, Eropa, Afrika Selatan, dan Selandia Baru.

Menurut salah satu supplier di Jakarta, butternut squash awal ditemui sekitar tahun 2013 dengan harga yang tinggi karena impor langsung dari Australia.

Butternut squash mempunyai kandungan gizi yang baik untuk kesehatan yakni tinggi kadar vitamin A, kalsium, kalium, asam folat, dan rasanya lebih manis dari labu jenis lainnya. Serta mempunyai tekstur daging yang lebih pulen.

Labu Butternut Squash
Labu Butternut Squash (Labu Madu), Kontributor: Su Wono

Saat ini, butternut squash mulai menjadi trend alternatif pangan di beberapa kota besar di Indonesia serta dijual di supermarket dengan harga cukup tinggi. Pada bulan Februari 2016, teman-teman petani sepakat membentuk asosiasi APBSI (Asosiasi Petani Butternut Squash Indonesia). Tujuan mengembangkan, memajukan, dan membudidayakan butternut di Indonesia.

Selain itu, dengan hadirnya asosiasi komoditas APBSI diharapkan dapat mengatur produksi yang disesuaikan dengan pangsa pasar, untuk menghindari ledakan produksi yang mengakibatkan harga anjlok dan kerugian yang diderita petani.

Cara Budidaya Labu Butternut Squash (Labu Madu) yang Baik dan Benar

Cara membudidaya labu butternut terbilang cukup mudah jika dilakukan dengan wawasan keilmuan yang mumpuni. Asalkan ada kemauan, disiplin, terampil, fokus, dan mau belajar pasti bisa. Berikut ini tatacara/hal-hal yang harus dipersiapkan untuk membudidaya/menanam labu madu, simak baik-baik:

1. Persiapan Lahan Tanam Butternut Squash

Lakukan penggemburan tanah dengan cara dibajak, olah tanahnya sampai gembur. Selanjutnya pembuatan bedengan dengan lebar 1 meter, tinggi 15-20 cm. Dengan jarak antar bedengan 4 meter. Kebutuhan pupuk kandang sekitar 10-15 ton/ha. Kebutuhan pupuk NPK phonska sekitar 8-10 karung. Seminggu sebelum ditutup mulsa sebaiknya disemprot agen hayati dan asam humat dengan dosisnya 4 Liter per Ha. Pembuatan para-para (tempat merambat) membutuhkan kayu yang kuat, bisa dari kayu bambu yang didesain seperti rumah-rumahan.

2. Penanaman Benih Labu Butternut Squash

Dengan jarak 1 x 4 meter (double row) jarak antar bedengan 4 meter, jarak antar tanaman yaitu 1 meter di kanan dan bersela 1 meter di kiri (double row) jarak antar baris sekitar 50 cm. Kebutuhan bibit yang ditanam adalah 5000 bibit. Usia penanaman bibit setelah 2-3 disemai. Sebelum disemai bibit perlu dilakukan seed treatment dengan perendaman di air yang ditambah PGPR. Tunggu sampai bibit berkecambah, baru setelah itu dipindahkan (ditanam) ke lahan bedengan yang telah disiapkan.

3. Perawatan/Pemeliharaan Labu Madu Butternut Squash

Pemupukan butternut squash dilakukan memakai 2 cara, yakni dikocor dan disemprot. Komposisi pupuk kocor 20 kg pupuk kandang, 1 kg pupuk NPK mutiara, 1 kg agen hayati, dilarutkan dalam 200 liter air, dilakukan pengadukan tiap hari, hingga 1 minggu. Hasil larutan tersebut kemudian diencerkan menjadi 400 liter. Kebutuhan kocor per tanaman sekitar 250 ml.

Labu Butternut Squash (Labu Madu)
Labu Butternut Squash (Labu Madu) Sudah Berbuah Lebat. Kontributor: Su Wono

Pemupukan lainnya adalah dengan disemprot. Komposisi pupuk daun 500 ml kalsium super, 500 gram gandasil D, 500 ml hormon pertumbuhan, dilarutakan dalam 200 liter air.  Hasilnya kemudian diencerkan pada 400 ml air. Pemupukan kocor dan daun seminggu sekali, dengan jeda dari 3-5 hari kocor dan semprot.

4. Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Labu Butternut Squash

Kendala pada tanaman butternut squash/labu madu adalah layu bakteri (layu fusarium). Daun puret. Pencegahan layu bakteri/fusarium dengan pemakaian PGPR. Sedangkan mencegah puret daun yakni dengan pemakaian insektisida berbahan aktif abamectin.

Pengendalian serangan cendawan/jamur parasit menggunakan fungisida berbahan aktif mankozeb. Serangan lalat buah dengan cara membuat perangkap petrogenol ataupun dengan membungkus buah pasca pembungaan.

5. Pemanenan Labu Madu Butternut Squash

Pemanenan dilakukan setelah tanaman berumur 85-90 hari. Adapun ciri-ciri buah butternut squash/labu madu yang sudah dipanen yakni tangkai buah pada tangkal sudah berubah warna dari hijau menjadi kecokelatan, warna buah sudah cokelat mengkilap. Untuk grading ada 2 ukuran. Grade A dengan berat kisaran 1-3 kg, grade B dengan berat rata-rata 500-900 gram.

Labu Madu
Labu Madu (Butternut Squash) Berbuah dengan Ukuran Optimal Siap Dipanen. Kontributor: Su Wono

Itulah tadi penjelasan lengkap tentang bagaimana cara menanam/cara budidaya labu butternut (labu madu), peluang dan tantangannya. Semoga informasi di atas berguna untuk bapak/ibu tani yang hendak bercocok tanam labu madu.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *