Bunga dan Buah Cabe Rontok; Begini Penyebab dan Solusi Penanganannya

Bunga dan buah cabe rontok adalah gejala yang paling umum terjadi di tempat pembudidayaan cabe. Para petani di daerah-daerah sudah tidak heran dengan kejadian tersebut. Namun, memang terbilang banyak petani yang mengaku sulit menangani gejala bunga dan buah cabe rontok sebelum panen.

Umumnya, kerontokan bunga cabe terjadi pada masa-masa produktif tanaman. Masa produktif tanaman yakni masa dimana tanaman sudah mampu menghasilkan organ bunga untuk kemudian melakukan penyerbukan. Hasil penyerbukan antara benang sari dengan putik akan menghasilkan buah cabe. Sudah biasa, bahwa tidak semua bunga pada tanaman cabai akan berhasil melakukan penyerbukan secara sempurna. Ada saja ketidakcocokan penyerbukan dan faktor cuaca ekstrem ikut menghalangi proses penyerbukan.

sejarah mikrobiologi tanah
Tanaman cabe dengan pertumbuhan buruk akibat buahnya busuk dan mudah rontok (tipspetani.com)

Setelah melewati masa produktif, maka munculah buah cabe. Buah cabe pun sama, terkadang mudah sekali rontok, apalagi jika musim penghujan cukup lama. Hal ini tentu saja pada bagian tangkai buahnya kelebihan air, atau jika terserang bakteri pembusuk bisa menyebabkan mudah patah. Baik cabe yang masih berbuah mudah atau yang sudah ranum pun seringkali mengalami gejala kerontokan.

Kerontokan pada bunga dan buah cabe sebenarnya ada banyak faktor yang mempengaruhinya, seperti:

  • Cuaca ekstrem yang sering berubah-ubah;
  • Kandungan air yang tinggi pada bagian batang dan tangkai buah/bunga, sehingga memudahkan patahnya batang. Apalagi jika tanaman cabenya berpenyakit;
  • Faktor enzim. Beberapa enzim akan mudah rusak pada suhu tinggi, sehingga tanaman mudah kekeringan, dan berujung pada keringnya bunga dan buah lalu rontok;
  • Faktor hormonal. Hormon/fitohormon adalah bagian penting pada tanaman. Tanaman mensintesis sejumlah hormon untuk melangsungkan berbagai proses metabolisme dan fisiologinya. Hormon tumbuhan seperti sitokonin, giberelin, dan kalin sangat berperan penting dalam pencegahan tanaman dari kerontokan;
  • Tanaman cabe tersebut kekurangan hormon anthokalin yang berpengaruh dalam pembentukan buah dan sekaligus pencegahan kerontokan bunga.
  • Perawatan tanaman yang tidak benar juga ikut berpengaruh, termasuk frekuensi pemberian pupuk dan penyiraman;
  • Tanaman cabe kekurangan unsur hara tertentu, misalnya Kalsium (Ca), Kalium (K), Magnesium (Mg) dan Nitrogen (N);

Adapun solusi untuk menangani tanaman cabe yang mengalami kerontokan pada bagian organ bunga dan buahnya adalah sebagai berikut:

  • Tambahkan unsur hara yang cukup pada tanaman cabai, seperti unsur hara makro dan mikro berupa unsur Nitrogen (N), Magnesium (Mg), Kalsium (Ca), Kalium (K), dan Fosfor (P) yang banyak terdapat pada pupuk anorganik maupun organik;
  • Lakukan penyiraman secara rutin pada tanaman, dan perhatikan kelembaban tanahnya agar tidak kelebihan air;
  • Sebaiknya hindari serangga penghambat penyerbukan pada bunga cabe, yakni dengan bisa melakukan penyemprotan insektisida menjelang atau saat tanaman cabe berbunga;
  • Menggunakan mulsa plastik warna perak untuk menjaga kelembaban tanah dan menghalangi perkembangbiakan hama dan penyakit parasit pada cabe;

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *