9 Cara Penyiraman Tanaman Cabe Agar Buahnya Lebat Selebat-Lebatnya

Perawatan tanaman cabe menjadi salah satu kunci penting untuk memperoleh kualitas tanaman yang bagus, serta mampu meningkatkan produktivitas hasil panen cabe. Namun, sebaliknya jika perawatan tanaman cabe tidak dilakukan secara benar, maka akan mempunyai dampak serius bagi pertumbuhan dan perkembangan organ tanaman cabe itu sendiri. Efek buruk jika perawatan tanaman tidak dilakukan secara baik dan benar yakni organ batang kurus, daunnya sering mengalami keguguran karena tidak mendapat asupan unsur hara yang cukup, mengalami nekrosis dan klorosis pada daun, pertumbuhan lambat, dan lain sebagainya.

Salah satu perawatan tanaman cabe yang begitu penting adalah tahap penyiraman tanaman, dimana tahapan ini sangatlah diperlukan bagi tumbuhan.

Cabe Rawit Jengki
Cabe Rawit Jengki Berbuah Lebat, Photo Original by: Wahid Priyono

Penyiraman bertujuan untuk menjaga kelembaban tanah, temperatur, pH, serta tingkat kandungan air di dalam tanah. Jika kandungan air di dalam tanah tidak tercukupi dengan baik, maka bisa jadi tanaman akan mengalami kekurangan air (dehidrasi) dengan tanda biasanya daunnya layu, pertumbuhan lambat, produksi buah dan bunga menurun. Oleh karena itulah penyiraman menggunakan air bersih sangat dianjurkan supaya tanaman tetap sehat dan kuat, serta mampu berproduksi buahnya.

Berikut ini anjuran penyiraman tanaman cabe agar buahnya menjadi lebat/banyak:

  • Penyiraman pohon cabe sebaiknya menggunakan air bersih, dan tidak dianjurkan menggunakan air yang tercemar limbah/polutan/bahan beracun lainnya. Penyiraman menggunakan air bersih berguna untuk mendapatkan tanaman yang tumbuh sehat, seragam, serta mempunyai kualitas tinggi (hight quality), sehingga hasil panen lebih meningkat;
  • Penyiraman tanaman cabe sebaiknya dilakukan pada waktu pagi hari, atau pada waktu sore hari setelah┬ápukul 14.30 waktu setempat. Penyiraman pada waktu tersebut sangat tepat karena konversi sinar matahari sudah mulai berkurang dan tidak menyebabkan tumbuhan mengalami adaptasi yang buruk;
  • Hindari penyiraman tanaman cabe pada waktu siang hari, karena pada waktu cahaya terik ini tidak memberikan hasil baik bagi tanaman, justru biasanya tanaman akan “kaget”┬ádan kurang mendukung keadaan secara fisiologis;
  • Penyiraman tanaman cabe dengan lahan penanaman yang luas bisa menggunakan pipa paralon panjang/pipa sejenisnya yang dihubungkan secara paralel dari satu bedengan ke bedengan lainnya;
  • Sedangkan penyiraman tanaman cabe pada lahan tanam yang tidak begitu luas, maka bisa menggunakan gayung;

Adapun cara/teknik penyiraman tanaman cabe adalah sebagai berikut:

  • Mengambil air bersih dengan menggunakan gayung, lalu siramlah pada masing-masing pohon cabe;
  • Setelah penyiraman, pastikan bahwa tanahnya menjadi lebih lembab dan terisi air;
  • Gunakan air sesuai dosis per umur tanaman, itu artinya bahwa dalam penggunaan air yang diberikan tanaman harus melihat umur tanaman. Tidaklah mungkin umur tanaman masih dalam pembenihan diberi air satu gayung besar? sesuaikanlah secara wajar agar tanaman tidak kelebihan air;
  • Penyiraman yang benar adalah tepat di bawah bagian pusat tumbuh tanaman (di dekat akarnya), sebab jika penyiraman sedekat mungkin dengan akar, maka proses penyerapan air oleh akar akan semakin efektif sehingga lebih cepat ditransportasikan ke seluruh organ tanaman.

Itulah tadi cara dan anjuran dalam penyiraman tanaman cabe supaya lebih menghasilkan buah yang lebat (banyak). Semoga informasi di atas berguna untuk anda. Salam berkebun, ayolah menanam !

 

2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *