7 Manfaat Penyiangan Dini Pada Tanaman Budidaya (Hortikultura Buah dan Sayur Mayur)

Penyiangan pada tanaman budidaya didefinisikan sebagai kegiatan yang dilakukan petani untuk membersihkan lahan tanam (bedengan) dari tumbuhnya gulma/rumput liar. Penyiangan dapat dilakukan beberapa kali sampai tanaman induk tumbuh besar menghasilkan buah, atau organ tanaman yang bermanfaat untuk dikonsumsi masyarakat.

Penyiangan dini pada tanaman budidaya mutlak dilakukan oleh petani supaya tidak terlambat. Jika terlambat dilakukan penyiangan maka bisa berakibat fatal. Bisa jadi lahan tanam banyak ditumbuhi gulma dan terkadang sulit untuk diberantas, kecuali jika memang menggunakan herbisida kimia buatan pabrik akan sedikit mengurangi beban petani untuk melakukan penyiangan.

Pohon Pepaya Berbuah
Pohon Pepaya Berbuah Tanpa Kegagalan Panen. Photo Kontributor by: Komunitas Petani Pepaya

Penyiangan dini maksudnya adalah melakukan penyiangan sebelum tumbuhnya gulma dalam skala besar. Penyiangan dini memiliki prinsip bahwa semakin rutin dilakukan penyiangan, maka dapat mencegah tumbuhnya gulma dalam jumlah yang banyak. Sehingga penyiangan dini ini penting dilakukan beberapa kali dalam masa tanam.

Berikut ini manfaat/fungsi/kegunaan dari penyiangan dini pada tanaman budidaya pertanian buah maupun sayur mayur:

  • Mencegah kemungkinan munculnya gulma dalam skala besar sebelum tanaman tumbuh dan berkembang;
  • Mengurangi beban petani dari segi tenaga karena jika gulma sudah terlalu banyak pasti akan merepotkan;
  • Menghemat waktu, biaya, dan tenaga seefektif mungkin sejak awal sebelum gulma tumbuh banyak;
  • Membersihkan lahan tanam sejak awal tanaman ditanam di atas lahan bedengan;
  • Mengatasi kemungkinan terjadinya defisiensi (kekurangan unsur hara) pada tanaman budidaya;
  • Agar tanaman budidaya tumbuh subur dan sehat tidak mudah terserang hama dan penyakit;
  • Lahan tanam (bedengan) akan tetap bersih dan mendukung sistem pertanian yang ideal dan berwawasan lingkungan.

Pada tanaman kacang-kacangan, seperti kacang tanah, kacang panjang, kacang tunggak, kacang polong, dan sejenisnya, maka proses penyiangan dini harus dilakukan setiap 2 minggu sekali sejak tanaman berumur 20 hst. Jika pada umur 20 hst kemunculan gulma tidak terlalu banyak, maka cukup dicabut manual tidak perlu dikoret menggunakan alat penyiangan.

Beberapa tanaman budidaya hortikultura buah dan sayur mayur lainnya seperti strawberry, mentimun, tomat, labu, cabe, terong, kubis, sawi, kangkung, dll biasanya jenis gulmanya tidak serimbun pada tanaman kacang-kacangan, sehingga penyiangan biasa dilakukan setiap 2-3 minggu sekali tetap dengan pantauan rutin.

Pada tanaman padi di sawah, penyiangan justru lebih mudah, dan memang harus sedini mungkin dilakukan. Penyiangan padi yang ideal adalah saat lahan tanam lembab dan terisi air dari saluran irigasi. Biasanya penyiangan gulma pada lahan yang berair ini sangat mudah tinggal di “gosrok” menggunakan alat penggosrok gulma pada tanaman padi.

Gulma kemudian dikumpulkan dan dibakar atau dibuang pada bak khusus, sehingga keberadaanya akan jauh dari lahan tanam. Semoga informasi di atas berguna untuk anda. Silakan baca juga tipspetani berikut: Cara Membersihkan Gulma Pada Tanaman Kacang Panjang dan Kacang Tanah.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *