5 Sebab Daun, Bunga, dan Buah Cabe Rontok (Berguguran)

Tanaman cabe merupakan jenis tanaman hortikultura yang paling banyak dibudidaya oleh masyarakat petani di Indonesia. Pembudidayaannya memang terkesan sangat gampang, namun dalam prakteknya cukup sulit, terutama mengatasi kerontokan pada bunga, daun, maupun pada organ bunga.

Melihat dari faktor cuaca dan iklim, pembudidayaan cabe tidaklah semudah yang dibayangkan, dikarenakan terkadang kondisi cuaca ekstrem bisa memengaruhi performa dari tanaman cabe, baik dari segi kesehatan secara fisik, anatomis, maupun kesehatan fisiologisnya.

Cukup sulit memang dalam membudidaya cabe, terutama bagi petani cabe pemula yang belum terampil. Di lapangan, terkadang banyak sekali kendala yang muncul, misalnya adalah saat perawatan tanaman cabe terkadang akan dijumpai adanya kerusakan pada bagian organ tanaman, misalnya adalah terserangnya akar dan batang cabe oleh aktivitas mikroba dan penyakit yang disebabkan oleh jamur pada musim penghujan. Ada juga tanaman cabe mengalami kerontokan baik pada bagian daunnya maupun pada organ bunga dan buah cabe yang masih muda belia.

Kerontokan/keguguran bunga/buah pada tanaman cabe disebabkan oleh banyak faktor, baik itu faktor dari dalam (faktor internal) tumbuh tanaman cabe itu sendiri, maupun berasal dari faktor luar (kondisi lingkungan) tertentu. Dan berikut ini, beberapa faktor yang mempengaruhi sebab dan alasan mengapa bunga serta bunga cabe mengalami kerontokan.

  • Kerontokan pada bunga dan bunga tanaman cabe banyak disebabkan karena tanaman cabe kekurangan unsur Kalsium (Ca) dan Kalium (K). Selain itu, unsur Zn, Mg, dan Fe (Zat besi) juga sangat berperan penting dalam pembentukan klorofil di daun, serta membuat organ tanaman menjadi lebih kuat (kencang), sehingga akan meminimalisir terjadinya abisisi (keguguran pada daun), bunga serta buahnya; Solusi, sebaiknya berikan tanaman cabe pupuk organik maupun anorganik yang banyak mengandung Kalsium, Kalium, Zn, Mg, dan Fe. Pupuk-pupuk tersebut banyak dijual di pasaran dengan harga cukup terjangkau. Pupuk phonska sangat direkomendasikan untuk pemeliharaan tanaman cabe agar sehat, kuat, dan menghasilkan banyak buah;
  • Kerontokan bunga, daun, bunga pada tanaman cabai juga disebabkan karena faktor internal yaitu tanaman cabe kelebihan hormon asam absisat (ABA). Seperti diketahui bahwa fitohormon asam absisat (ABA) ini sangat berperan penting dalam pengguguran daun, sehingga keberadaanya harus dikontrol dengan baik, melalui sistem pemeliharaan tanaman dengan pemberian air dan pupuk dalam jumlah yang sesuai dosis per umur tanaman;
  • Faktor eksternal seperti curah hujan tinggi juga menyebabkan tanaman berpeluang memiliki tingkat kandungan air yang tinggi di dalam akar dan di dalam tanah, sehingga perlu sekali bagi petani untuk mengontrol drainase air agar tetap tercukupi dengan baik. Perhatikan juga bagian saluran irigasi yang menghubungkan antar bedengan satu dengan lainnya, supaya dipastikan agar tidak terdapat air yang melebihi porsi yang cukup untuk tanaman;
  • Tanaman cabe yang kekurangan unsur hara (mengalami defisiensi unsur hara) tertentu juga berpeluang mengalami kerontokan pada daun, bunga, maupun buah. Pastikan tanaman cabe terpenuhi unsur hara makro dan mikro, seperti Calcium (Ca), Kalium (K), Magnesium (Mg), Molibdenum, Zn, maupun zat besi (Fe). Unsur-unsur tersebut sangat penting untuk mencegah supaya tanaman cabe juga tidak mengalami peristiwa nekrosis dan klorosis yang mengindikasikan tanaman cabe mengalami daun menguning kecokelatan, lalu gugur;
  • Tanaman cabe yang terserang hama dan penyakit patogen dalam jumlah yang banyak dan sering, juga berpotensi menyebabkan daun, bunga, serta organ buah cabe mengalami kerontokan. Hama seperti ulat grayak dan penyakit antraknosa pada cabe juga berpeluang memberikan dampak buruk pada permukaan organ daun, sehingga organ daun menjadi bopeng/berlubang. Jika hal ini dibiarkan, maka akan berefek kepada penyebaran hama dan penyakit dalam jumlah luas dan menginfeksi organ tanaman lainnya, dan pada akhirnya organ tanaman mengalami kerontokan yang menurunkan produktivitas hasil panen. bahwa jenis OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) merupakan parasit patogen yang dapat menginfeksi tanaman budidaya dan memberi dampak negatif bagi produktivitas hasil pertanian nortikultura.

Itulah tadi kelima penjelasan tentang sebab dan alasan mengapa daun, bunga, dan buah cabe mengalami kerontokan (berguguran). Semoga informasi di atas bermanfaat untuk anda. Jangan lupa anda pelajari juga tutorial tentang: 5 Teknik Perawatan Cabai, Panen 60 Kali Lipat.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *