5 Cara Agar Tanaman Cabe Subur dan Berbuah Lebat-Selebatnya

Dalam membudidaya cabe, membuat tanaman cabe subur, sehat, dan berbuah lebat tentu saja menjadi idaman bagi semua kaum petanicabe di Indonesia. Namun, bagi seorang pemula yang baru saja terjun di dunia pertanian cabe, mungkin sering bertanya: “Bagaimana sih cara agar tanaman cabe berbuah lebat?”.

Melalui artikel ini, saya akan mencoba membantu bagi para petani cabe, khususnya bagi pemula, dan apa yang saya bagikan ini berdasarkan hasil diskusi dan sharing dengan para petani cabe yang terbilang sudah sukses.

Tanaman Cabe Tumbuh Subur
Tanaman Cabe Tumbuh Subur Karena Perawatan Tanaman yang Baik dan Benar, Photo Kontributor by: Ichin Sembalun/FB/KPCI.

Untuk memperoleh hasil tanam cabe yang sehat, subur, dan mampu menghasilkan buah cabe yang banyak, maka ikuti langkah-langkah di bawah ini:

1. Lakukan Pendangiran dan Penyiangan Pada Tanaman Cabe

Pendangiran dan penyiangan pada tanaman cabe memang sangat penting. Keduanya harus dikombinasikan untuk kegiatan perawatan tanaman cabe. Penyiangan dilakukan dengan cara mencabut dan mengoret rumput-rumput liar/gulma, lalu gulma bisa dibakar untuk mencegah penyebaran sporanya. Sembari melakukan penyiangan, bisa dibarengi/diikuti dengan kegiatan pendangiran.

Pendangiran sendiri merupakan kegiatan yang dilakukan oleh petani cabe untuk membuat lahan tanam menjadi gembur. Cara penggemburan lahan tanam pada cabe (bedengan) bisa dilakukan dengan cara mencangkul kecil-kecil lahan tanam menggunakan cangkul/peralatan pendangiran khusus yang banyak dijual di pasaran. Silakan anda bisa membelinya jika belum punya alat pendangirannya.

2. Lakukan Pemupukan Cabe dengan Larutan Phonska Cair

Jangan salah dengan larutan pupuk phonska cair, sebab pupuk phonska ini begitu penting bagi tanaman cabe agar tanaman cabe berbuah lebat, subur, lebih tahan hama, serta daya tahan tubuh tanaman cabe akan semakin bagus.

Larutan pupuk phonska cair ini sudah banyak digunakan oleh berbagai kalangan petani dan pekebun hortikultur di Indonesia, dan memang hasilnya cukup meningkatkan hasil produktivitas pertanian cabe.

Untuk membuat larutan pupuk phonska cair, anda bisa membaca tutorial selengkapnya pada artikel berikut ini, klik: Cara Membuat Larutan Phonska Cair untuk Tanaman Cabe agar Berbuah Lebat.

3. Lakukan Pemantauan Tanaman Cabe dari Hama dan Penyakit

Keberadaan hama dan penyakit yang menyerang tanaman cabe memang terkadang sulit dielakkan begitu saja, sebab pertumbuhan parasit seperti jamur, bakteri patogen, virus, juga seringkali muncul jika cuaca ekstrem.

Apabila tanaman cabe terserang virus, bakteri patogen, dan mikroba berbahaya lainnya, maka daya tahan tubuh tanaman akan rentan menurun, dan hal ini bisa berakibat kepada tanaman yang lambat berbunga, jarang berbuah, serta organ tanaman kurus/kerdil, dan mudah sekali mengalami gejala nekrosis dan klorisis, serta kematian tanaman.

Maka dari itu, berilah tanaman cabe pupuk yang kaya akan unsur hara P, N, dan K. Karena ketiga unsur tersebut sangat penting sebagai bagian dari bahan baku untuk meningkatkan dan menguatkan sistem fisiologis tanaman cabe. Contoh pupuk yang kaya akan unsur N, P, dan K adalah pupuk urea, pupuk kandang, pupuk KCL, SP-36, Phonska, dan lain sebagainya.

4. Intensifikasi Pertanian Cabe dengan Sistem Mulsa dan Bedengan

Pertanian cabe dengan sistem bedengan yang diatasnya dilengkapi dengan sarung bedengan (mulsa) juga berperan penting agar hasil tanam jauh lebih maksimal.

Mulsa plastik atau mulsa dari jerami dan serat sisa tanaman juga berperan penting bagi peningkatan laju tumbuh tanaman cabe.

Beberapa peranan/fungsi/manfaat dari mulsa plastik yaitu sebagai penahan erosi unsur hara, menjaga pH dan kelembaban tanah agar tetap stabil, mencegah kelebihan air pada lahan bedengan, mengatur tekanan osmosis di daerah xilem akar tanaman, serta sebagai pencegahan terhadap tumbuhnya gulma dan parasit seperti hama yang merugikan tanaman cabe.

Kebanyakan petani di daerah lebih sering memilih mulsa plastik berwarna perak untuk keperluan pertanian cabe. Selain mulsa, pakai juga tiang ajir untuk menopang tanaman agar tidak mudah roboh jika sewaktu-waktu terjadi hujan dengan intensitas tinggi, atau angin kencang.

5. Lakukan Penyiraman Tanaman Cabe Secara Intensif

Penyiraman pada tanaman cabe begitu penting. Air digunakan oleh tanaman cabe untuk mencegah agar tanaman tidak mengalami dehidrasi (kekurangan cairan tubuh).

Air juga berperan sebagai pelarut berbagai unsur hara, enzim, membantu proses fotosintesis tanaman, serta membantu dalam pembentukan hormon pada tumbuhan (fitohormon).

Sebaiknya lakukan penyiraman cabe secara intensif, telaten, dan berkesinambungan. Artinya, penyiraman dilakukan sejak penyemaian benih hingga tanaman ditanam di area bedengan bermulsa. Direkomendasikan gunakan air bersih yang tidak tercemar limbah berbahaya, polutan cair, atau air yang mengandung racun (zat-zat cair yang bersifat toksik/racun).

Pada tanaman cabe yang masih dalam masa pertumbuhan dan perkembangan, maka penyiraman memang sebaiknya rutin dilakukan, namun jika tanaman sudah berumur di atas 1,5 bulan, bisa dilakukan penyiraman tanaman secara tentatif/kondisional yang artinya jika tanahnya kering bisa disiram, namun jika ketercukupan air hujan tinggi maka tidak perlu dilakukan penyiraman tanaman cabe.

Semoga kelima informasi di atas tentang 5 cara agar tanaman cabe tumbuh subur dan lebat berguna untuk anda, silakan baca juga artikel berikut ini: Membuat Larutan Phonska Cair Untuk Tanaman Cabe.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *