5 Cara Agar Cabe Berbuah Terus, Berbuah Lebat, Sehat & Subur

Mendapatkan hasil panen cabe yang berkualitas, dengan buah yang lebat, berbuah terus, dan subur tentu saja menjadi harapan bagi seluruh petani cabe di Indonesia. Harapan itu akan tercapai asalkan para petani bekerja secara tekun, telaten, dan penuh dengan kesabaran. Karena bercocok tanam/bertani adalah seni khusus yang membutuhkan keterampilan (skill) dan ketulusan.

Cabe Tumbuh Subur
Cabe Berbuah Lebatnya Karena Perawatan yang Tepat. Photo Kontributor KPCI.

Dalam tulisan saya kali ini akan mengupas tentang bagaimana cara agar tanaman cabe/cabai berbuah terus, lebat, dan subur, berikut ini cara yang pernah saya gunakan:

1. Lakukan Penyemaian Cabe dengan Sistem Stril-Pro, Soil Block, dan Sistem Polybag

Dalam budidaya cabe penyemaian merupakan langkah awal untuk mendapatkan tanaman bibit. Tanaman bibit ini yang nantinya akan dijadikan tanaman induk. Namun, dalam pembibitan cabe, tidak boleh sembarangan dilakukan, harus ada teknik/cara khusus yang sering dilakukan oleh para petani profesional. Dan ada teknik penyemaian cabe yang bagus yaitu teknik steril pro, soil block (Sistem Gelintir) yang pernah diperkenalkan oleh salah satu anggota atau member di komunitas petani cabe Indonesia (KPCI), dan Sistem Polybag.

 

Ketiga teknik penyemaian cabe di atas paling sering dipakai oleh para petani cabe profesional. Sebagai langkah/tutorial untuk menggunakan teknik semai cabe di atas, silakan baca lebih lanjut pada link berikut ini, klik: 3 Teknik Menyemai Cabe Steril Pro, Soil Block, dan Sistem Polybag.

2. Lakukan Penyiangan dan Pendangiran

Pendangiran dan penyiangan merupakan 2 kegiatan yang sangat penting dalam perawatan tanaman cabai. Penyiangan bertujuan untuk menghilangkan/meminimalisir tumbuhnya gulma/rumput liar di sekitar pusat tumbuh tanaman. Gulma ini merupakan parasit yang kadang kala menjadi sarang bagi hama dan penyakit yang akan menyerang tanaman cabai. Lakukan penyiangan secara menyeluruh pada lahan tanamn cabe (bedengan), sampai benar-benar bersih. Gulma yang sudah dicabut/dikoret menggunakan pencong/alat penyiangan, lalu gulma dikumpulkan dan dibuang pada bak sampah atau dibakar.

Sembari melakukan penyiangan lakukan juga kegiatan pendangiran. Pendangiran merupakan kegiatan menggemburkan lahan tanam (bedengan) agar proses penyerapan nutrisi/unsur hara, garam-garam mineral, dan air berjalan secara efektif pada jaringan xilem. Pendangiran dan penyiangan dapat dilakukan secara bersamaan pada beberapa bulan/minggu sekali, atau beberapa kali disesuaikan dengan kebutuhan tanaman cabe.

3. Berikan Larutan Pupuk Phonska Cair

Larutan pupuk phonska cair sering kali dipakai oleh para petani cabe untuk menunjang tumbuh kembang cabe agar tumbuh lebih optimal. Pembuatan larutan pupuk phonsca cair ini cukup mudah dan saya rasa anda bisa membuatnya sendiri di rumah.

Untuk cara pembuatan larutan pupuk phonska cair, silakan anda baca tutorial/panduan berikut, klik dan baca: Cara Pembuatan Larutan Pupuk Phonska Cair untuk Tanaman Cabe agar Berbuah Lebat.

4. Lakukan Penyiraman dan Pemupukan Organik dan Anorganik

Tanaman cabe membutuhkan nutrisi agar tumbuh subur, sehat, dan berbuah banyak/lebat. Nutrisi tersebut diperoleh dari unsur hara penting yang ada di dalam tanah atau pupuk yang ditambahkan pada tanaman. Adapun jenis pupuk yang bagus untuk tanaman cabe adalah pupuk phonska, pupuk NPK mutiara, pupuk NPK, Urea, KCL, SP-36, dan lainnya. Disamping itu, jangan lupa berikan pada tanaman cabe yang baru ditanam di lahan bedengan dengan mamakai pupuk kandang dari kotoran ternak.

Selain pemupukan, lakukan juga penyiraman pada tanaman cabe secara rutin dan sesuai kebutuhan tanaman, artinya apabila musim kemarau dan tanah di sekitar tempat tumbuh tanaman kurang lembab, maka lakukan penyiraman agar pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabe menjadi lebih bagus dan berpeluang menghasilkan tanaman cabe yang berbuah lebat. Untuk 1 tanaman cabe dewasa bisa diberikan 1 – 2 gayung air bersih pada saat dilakukan penyiraman. Anda juga bisa melakukan pengairan pada lahan bedengan, yang berasal dari air sungai, waduk, atau aliran mata air perbukitan/pegunungan setempat.

5. Penyemprotan Tanaman Agar Terhindari Dari Hama dan Penyakit

Salah satu cara agar tanaman cabe sehat, subur, dan berbuah lebat yaitu lakukan penyemprotan pada tanaman cabe jika sewaktu-waktu terserang hama dan penyakit pada organ tanamannya.

Penyemprotan bisa dilakukan pada saat tanaman terserang parah oleh hama maupun penyakit. Biasanya penyemprotan dilakukan menggunakan pestisida tertentu sesuai dengan gejala yang terjadi pada tanaman.

Adapun hama dan penyakit pada tanaman cabe yaitu ulat grayak, wereng, penyakit layu fusarium, antraknosa, dan lain sebagainya.

Jika kelima perawatan tanaman di atas anda terapkan, maka saya bisa menjamin 90% anda sudah berada pada zona nyaman, dan siap memperoleh hasil tanam cabe yang jauh lebih baik. Silakan dipraktekan semoga berhasil dan tanaman cabe anda akan tumbuh lebih subur, sehat, dan mampu memproduksi buah lebat dan berkualitas tinggi (high quality). Jangan lupa baca juga, klik:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *