4 Varietas Bakteri Bacillus Thuringiensis (Bt) yang Dijadikan Biopestisida

Bakteri baik dalam dunia pertanian yang mampu membantu para petani untuk penanggulangan/pencegahan tanaman budidaya dari serangan hama maupun penyakit yaitu menggunakan bakteri Bacillus thrungiensis (Bt).

Bacillus thrungiensis banyak sekali dijual di pasaran secara legal dan komersil, sehingga anda sebagai seorang petani bisa memperoleh varietas Bt secara mudah, praktis, dan tidak menyulitkan anda.

Adapun varietas bakteri Bacillus thuringiensis yang dijual secara komersil di pasaran, diantaranya yakni:

  • Bacillus thuringiensis varietas aizawai, sangat efektif membunuh larva ngengat, terutama ngengat diamondback (Plutella xylostella) pada tanaman kubis/kol;
  • Bacillus thuringiensis varietas kurstaki, mampu membasmi berbagai ulat pengganggu tanaman budidaya pertanian;
  • Bacillus thuringiensis varietas israelensis, mampu membunuh larva nyamuk dan lalat hitam (blackflies);
  • Bacillus thuringiensis varietas tenebrionis, sangat efektif sekali membunuh kumbang kentang Colorado (Leptinotarsa decemlineata) serta larva kumbang daun.

Dari keempat varietas bakteri Bacillus thrungiensis yang banyak dijual di pasaran tersebut, tentu saja sangat berjasa di dalam dunia pertanian, sebab mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat untuk menggunakan biopestisida yang lebih ramah terhadap lingkungan, sebab mampu mencegah terjadinya kerusakan lingkungan akibat penggunaan senyawa-senyawa kimia pada obat pertanian (pestisida) beracun dan mengakibatkan terjadinya pencemaran air, pencemaran tanah, serta pencemaran udara.

Jika memang selama ini anda menggunakan produk obat pertanian (pestisida) dalam hal pemberantasan hama, maka saat ini mulai cobalah menggunakan kristal bakteri Bt untuk pemberantasan hama dan penyakit yang terjadi pada tanaman budidaya di kebun anda. Karena jika penggunaan pestisida masih terus dilakukan, maka tentu hal ini banyak memberi dampak buruk bagi lingkungan alam (ekosistem), karena dapat mengganggu keseimbangan lingkunga, dan sekaligus pemicu terjadinya pencemaran tanah, pencemaran air, serta pencemaran udara.

Semoga informasi di atas berguna untuk anda.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *