15 Poin Penyebab Daun, Bunga, dan Buah Cabe Rontok Parah

Fisiologi tanaman tidak hanya sebatas membahas bagaimana tanaman itu tumbuh dan berkembang, memperoleh nutrisi, akan tetapi morfologi tanaman yang nampak terlihat oleh indera mata ternyata juga dipelajari secara baik pada materi fisiologi tumbuhan. Dalam hal ini tentang bagaimana kondisi organ akar, batang, daun, bunga, bahkan sampai organ buahnya.

Tak dipungkiri bahwa dalam masa kehidupannya, tanaman cabe seringkali mengalami gangguan secara fisik maupun secara alamiah, dimana gangguan fisik bisa berupa kerusakan organ tanaman yang diakibatkan oleh hewan-hewan pemakan biji buah, hewan pengerat daun/pucuk batang, bahkan hempasan angin kencang serta curah hujan berlebih bisa merusak organ tanaman cabe.

Tanaman Cabe Tumbuh Subur
Tanaman Cabe Tumbuh Subur Karena Perawatan Tanaman yang Baik dan Benar

Sementara itu, faktor gangguan alamiah (biologis) mempengaruhi tanaman cabe misalnya kekahatan (defisiensi) unsur hara pada pohon cabe sehingga tanaman cabe menjadi terhambat laju pertumbuhan dan perkembangan, batangnya kecil, kurus, jumlah bunga dan buahnya sangat jarang, atau organ tanamannya tidak sehat, terutama pada batang yang mudah patah.

Gangguan secara kimiawi bisa disebabkan karena tanaman cabe kelebihan unsur hara tertentu yang berasal dari pupuk, baik itu pupuk organik atau pupuk anorganik. Tanaman harus mendapatkan jumlah nutrisi hara yang cukup, tidak boleh berlebihan dan juga tidak boleh kurang.

Di lapangan, gejala yang sering muncul dan dapat diamati secara langsung oleh indera mata yaitu tanaman cabai mengalami kerontokan pada organ daun, bunga, bahkan sampai ke organ buahnya. Hal ini sangat wajar, karena beberapa jenis/varian tanaman cabe tidak mudah cocok dan sulit beradaptasi dengan lingkungannya.

Dan hal-hal yang telah disebutkan di atas tentu saja menjadi pekerjaan rumah bagi seorang petani untuk mengetahui syarat tumbuh tanaman budidaya yang hendak ditanam di lahan budidaya milik mereka.

Faktor lain yang turut mengiringi dari gejala nekrosis dan klorosis pada daun yakni kerontokan pada daun tanaman. Selain itu, kekurangan unsur hara tertentu juga turut andil terhadap kerontokan/keguguran pada daun, bunga dan juga buah cabe.

Apabila tanaman cabe kekurangan fitohormon (hormon pada tumbuhan) juga akan berdampak pada tanaman yang sering mengalami keguguran, hal ini dapat terjadi sebab tanaman cabe kekurangan hormon asam absisat (ABA). Selain itu, hormon sitokinin juga berperan penting untuk membantu pertumbuhan serta perkembangan pada organ bunga agar tumbuh sempurna.

Berikut ini alasan lain yang menjadi penyebab daun, bunga, dan buah cabe sering rontok sebelum dipanen, diantaranya yaitu:

  • Tanaman cabe kekurangan unsur hara (defisiensi) unsur Kalium (K), Seng (Fe), Zn, Kalsium (Ca), dan unsur Magnesium (Mg), dan Nitrogen (N). Unsur hara mikro dan makro tersebut berperan penting untuk menjaga turgor sel baik pada organ batang, akar, daun, bunga, dan sampai pada organ bunganya; Solusi: gunakan pupuk yang mengandung unsur hara yang telah disebutkan, dan pastikan penggunaannya tepat disesuaikan dengan umur/dosis pupuk;
  • Curah hujan terlalu tinggi juga mengakibatkan kandungan air pada daun, akar, batang, bunga, dan buah juga tinggi, yang berefek buruk pada peningkatan vikositas air di sel tumbuhan. Namun, tanpa perlu kita tangani secara serius, sebenarnya sel tumbuhan sudah menjalankan fungsi fisiologis yang bagus, sehingga anda sebagai seorang petani cukup mengatur drainase air di sekitar lahan tanam/bedengan agar jumlah airnya tercukupi dengan baik (tidak berlebih dan juga tidak kekurangan);
  • Tanaman cabe kekurangan hormon Asam Absisat (ABA) sehingga daunnya mudah mengalami keguguran;
  • Tanaman cabe yang bunganya sering rontok dimungkinkan besar karena kekurangan fitohormon sitokinin dan anthokalin;
  • Daun cabe sering rontok bisa juga disebabkan kekurangan hormon kalin;
  • Faktor cuaca ekstrem juga ikut mempengaruhi alasan kenapa daun, bunga, dan buah cabe sering rontok;
  • Kandungan air pada buah cabe ternyata berlebih juga bisa menjadi penyebab kenapa buahnya sering rontok, atau karena pertumbuhan organ batang dan tangkai buah yang lemah, sehingga buahnya akan rontok sebelum dipanen;
  • Gangguan hama dan penyakit pada tanaman juga bisa menjadi faktor penyebab mengapa organ tanaman seperti daun, batang, bunga, dan buah cabe sering rontok/patah. Misalnya hama ulat grayak akan merusak struktur daun sehingga daunnya akan menjadi bopengan (berlubang-lubang kasar), penyakit antraknosa pada cabe juga membuat kenampakan organ daun menjadi sulit berkembang secara baik;
  • Pemupukan pada tanaman tidak dilakukan secara baik (terjadwal); Baca detail tutorial: Jadwal Pemupukan Pada Tanaman Cabe yang Baik dan Benar.
  • Penggunaan pupuk yang asal-asalan dan tidak mengikuti ketentuan baku baik dari hasil sharing dengan petani cabe profesional atau anjuran prosedural dari Dinas Pertanian setempat;
  • Tidak dilakukan penyiangan serta pendangiran pada tanaman cabe bisa memicu terjadinya kerontokan pada organ tanaman, sebab nutrisi banyak diambil oleh tanaman gulma (rumput liar);
  • Drainase dan pengairan yang tidak tepat, sehingga tanaman bisa jadi kelebihan air dalam jumlah berlimpah, dan hal ini tentu saja memicu kerontokan pada organ tanaman cabe;
  • Tanaman cabe mengalami nekrosis dan klorosis pada daunnya akibat kekurangan unsur hara tertentu seperti Zn, Fe, Br (Boron). Maka dari itu, pastikan penggunaan pupuknya harus mengandung unsur hara tersebut.

Itulah tadi beberapa poin penting tentang alasan/penyebab pohon cabe mengalami kerontokan pada daun, bunga, serta juga buahnya sebelum dipanen.

Semoga informasi di atas dapat berguna untuk anda, salam bertani, ayo menanam. Jangan lupa juga baca dan klik artikel berikut ini, klik: 5 Teknik Perawatan Cabai, Panen 60 Kali Lipat.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *